Diselingkuhi Tunangan, Dinikahi Duda
Ia menunggu, berpikir, dan berharap kedatangan Hanung dapat menekan emosi dan membayar lunas perjuangannya menaklukkan jam-jam yang teramat lamban, bosan dan menjengkelkan di detik-detik mendekati jam besuk.
Bondan berdecak di atas tikar buluk tipis yang menjadi alas tidurnya.
“Kamu mirip orang kerasukan, Dam! Komat-kamit terus.” cibirnya terang-terangan.
Bukan tidak bersimpati, bukan, Bondan cuma ikut gusar melihat rekannya itu tidak bisa diam di dalam satu teralis besi yang tidak mempunyai sirkulasi udara yang baik, dan segalanya terlihat amat jelas membuat segalanya yang terasa merambat dengan cepat, contohnya kegelisahan dan kecemasan yang terpancar dari Damian sekarang.
Hot Chapters