JATAH SUAMI ONLINE
“Ratih, ka--kamu!“
“Iya, Mas. Aku di sini, kamu nggak usah khawatir,“ sahut Ratih sambil menghapus airmatanya. Damar membuang napas kasar, wajahnya nyengir seperti tengah menahan sakit.
“Maafkan Ibuku, ya!“ lirih Damar. “Kamu nggak marah, 'kan?“ imbuhnya.
“Mas Damar jangan mikir itu dulu, aku nggak marah, aku nggakpapa. Yang penting, sekarang Mas Damar fokus dengan kesehatan Mas Damar dulu, ya!“
“Kakiku ....“
Ratih menyentuh kaki Damar yang sudah diberi penyangga. Ratih tahu kalau kaki Damar patah. Beruntung hanya kakinya, kondisi tubuh Damar yang lainnya normal.
Hot Chapters