Jiwa Yang Tertukar
"Jiwaku meronta ingin balik ke raga asalnya. Aku bisa apa? Ya, sudah dibentur-benturkan saja kepalaku siapa tahu bisa pingsan dan kembali. Apa salahnya usaha."
His, dasar Mas Abraham. Tidak memikirkan dampaknya apa.
"Dek Ulfa, apa kamu tahu kepala yang kamu benturkan itu kepalaku! Kalau ada apa-apa, kamu harus bertanggung jawab. Harus mau tukar kepala."
Dia tertawa mengejek, "Setelah sukses jiwa kita tertukar, kamu mau kepala kita juga tertukar? Apalah jadinya?"