Ada seorang teman dekat yang pernah bercerita tentang pamannya. Pria itu dulu sukses di bisnis properti, hidup mewah dengan keluarga pertamanya. Setelah perceraian yang pahit, ia menikah lagi dengan wanita jauh lebih muda. Awalnya terlihat seperti kisah cinta kedua yang manis, tapi perlahan mulai berubah. Istri barunya ternyata boros dan suka memaksa beli barang mewah. Mereka sering traveling ke luar negeri, padahal bisnisnya mulai goyah. Dalam 3 tahun, tabungannya terkuras, rumah mewah tergadai, dan ia terpaksa pindah ke kontrakan kecil. Ironisnya, istri pertamanya justru sukses membangun bisnis sendiri setelah cerai. Kadang hidup memang seperti roda yang berputar.
Yang bikin sedih, anak-anak dari pernikahan pertama sekarang malah membantu ibunya membiayai sekolah adik-adik tirinya. Aku ingat betul wajah lelahnya saat terakhir ketemu di warung kopi, bercerita sambil tertawa pahit tentang bagaimana ia harus mulai dari nol lagi di usia 50-an. Pelajaran pentingnya? Jangan pernah mengorbankan stabilitas finansial demi hubungan baru yang belum teruji.