MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN
katanya tergesa, nyaris seperti perintah darurat.
Namun sudah terlambat. Chatrine mengangkat benda itu tinggi-tinggi, lalu menatapnya dengan senyum penuh arti. “Varian rasa, ya?” ucapnya manis, membaca tulisan di kemasan dengan penuh kesengajaan. “Anggur, strawberry, jeruk… oh, apel juga ada!”
Wajah Liam benar-benar merah padam, hingga urat di pelipisnya tampak menegang. Ia mencoba fokus ke jalan, tapi jelas pikirannya bercampur aduk.