Balada Asmara Biduan Dangdut
tanya Kang Bambang.
Aku hanya diam. Sama sekali tidak punya pendapat apa-apa. “Aku ngikut aja, Kang.”
“Nggak bisa gitu. Kamu harus milih, setuju atau tidak? Kalau setuju, besok pagi kita berangkat ke sana. Kalau nggak setuju, kamu harus kasih ide lain.”
Alamak, kenapa jadi aku yang jadi penentunya? Sial!
“Hmm, gimana, Wik? Coba saja ya?” bujukku.