Suamiku Jadul
" kenapa bisa bersejarah, Pak?"
"Ini kan petai, dulu Pak Parlin pernah kesulitan keuangan, sawit belum panen, dari petai inilah biaya di sini, berbuah lebat sekali, mahal pula harganya," kataku Bapak itu.
"Oh, bukan karena sejarah wanita?"
"Bukan, bukan,"
HP-ku bergetar, kulihat ada panggilan dari Ucok.
"Udah pulang sekolah, Cok?"