Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Benci Bilang Sayang

Benci Bilang Sayang

Tanya Zia tidak menanggapi ucapan bibi. "Maksud Non, tuan muda Damian ?" Tanya Bibi sambil tersenyum, yang dibalas anggukan Zia. "Tuan muda keluar, tapi kemana nya bibi tidak tahu, karena itu bukan wewenang bibi," jawab Bibi dengan sangat sopan. "Makanlah sedikit, biar ada tenaga kalau mau marah-marah nanti," ucap Bibi lagi dengan bercanda yang akhirnya membuat Zia tertawa kecil.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Istri Status Pembantu

Istri Status Pembantu

“Siapa, Bi?” Kayaknya teman-teman wanita di kampung ini sudah termakan desas-desus dan membuat statement kalau aku ini perempuan tidak baik-baik. Dari kemarin juga tidak ada dari salah satu mereka yang mau menegur, malah terang-terangan bersikap judes, jadi tidak mungkin, kan, tiba-tiba salah satu dari mereka datang mencariku? Bibi mengangkat bahu sebelum mendekat dan setengah berbisik saat bertanya, “Kamu di kota punya pacar, ya?”
109.1K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 9 "Mau kemana, Nduk?" Tanya ibu khawatir. Aku mengusap air mata dengan punggung tangan. "Dinara mau ngekost, Bu. Bukan karena Dinara mau ngelawan sama Ibu, atau karena ngiri Ibu lebih sayang sama cucu dan menantu Ibu. Bukan! Tapi, Nara rasa, Nara butuh tempat untuk menyendiri. Nara ... Nara tak tega melihat Ibu kecapekan. Melihat ibu repot dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Tapi, Nara tak berdaya. Nara tak seperti mbak Ulya yang punya uang banyak untuk membayar jasa orang lain. Atau memberi upah pada mertuanya sendiri. Maafkan Nara, Bu. Kalau ibu menerima upah untuk membayar uang kuliah Nara, Nara tak bisa terima," sakit sekali dada ini saat berkata seperti itu.
1029.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Pendekar Kitab Iblis

Pendekar Kitab Iblis

ujar Kitab Iblis Neraka. Guo Xiang terkejut mendengar ucapan Kitab Iblis Neraka. Dia segera mendekati Kitab Iblis ini sambil menatap tajam ke rah Kitab Iblis yang terbuka dan memancarkan cahaya kuning yang sedang berusaha diredam oleh Tetua Magis. "Apa katamu? Shian Kui hilang ingatan? Kamu tahu dari mana?" tanyanya. "Hahaha ... ternyata Pangcu Go Bi Pay jatuh cinta terhadap pemuda iblis!" kata Kitab Iblis Neraka yang suaranya membahana ke seluruh ruangan bawah tanah ini.
1032.3K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Putri Pewaris Yang Terusir

Putri Pewaris Yang Terusir

Dalam hati, ia cukup penasaran pada apa yang membuat temannya di sana sampai terlihat begitu serius menatap layar laptop. Bia pun beranjak dari pembaringan ternyamannya. Melangkah santai meski Aretha menyuruhnya untuk segera melihat apa yang membuat wajah wanita itu pucat. "Ada apa? Apa penjualan ... apa ini? Kenapa--" Bia terdiam memandang fotonya yang terpajang di sebuah situs. Baik Bia ataupun Aretha, mereka bisa mengenali bahkan masih ingat kapan foto itu diambil.
1.6K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Istri Tangguh Sang CEO

Istri Tangguh Sang CEO

tanya Sena yang melihat raut wajah Bi Lisa menjadi sedikit pucat. "Ehhh... Anu non, saya nggak papa kok," jawab Bi Lisa yang seperti kebingungan. "Yakin bibi nggak sakit? Terus kenapa wajah bibi pucat gitu?" "Ini itu non... Tadi saya terkejut mendengar suara non Sena," Bi Lisa mencoba membuat pernyataan yang masuk akal. Sena menganggukan kepalanya sebagai jawaban, "Oh iya bi, Lucy mana? Tadi bibi belum jawab pertanyaan aku,"
1.7K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Penguasa Negeri Jin

Penguasa Negeri Jin

"Yang di arah barat itulah yang disebut Pabukit Tanpa Mentari. Pada pagi hari sampai siang bukit itu tidak pernah kena matahari. Waktu matahari beralih ke barat sinarnya juga tidak bisa menyentuh bukit karena ada bukit lain yang lebih tinggi menghalangi” "Aku heran," kata Bayu yang duduk di paling depan Paekakienam. "Kalau ada orang mau membunuh Arya itu, mengapa susah-susah mengundang dan mengadakan Perjamuan Pengantar Arwah segala!"
1031.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Ketika Melahirkan di Tempat Mertua

Ketika Melahirkan di Tempat Mertua

Bab : 56 Dilema dengan keadaan dan perasaan. POV ANDIRA *** "Bu Andira sakit?" tanya Bibi yang sedang mempersiapkan sarapan di dapur. "Ah, tidak, Bi, saya nggak kenapa-napa," ujarku tersenyum, sambil mengiris bahan-bahan yang akan dimasak pagi ini. Namun sepertinya Bibi tak percaya, beliau mendekatiku lalu mengamati wajahku. "Tapi Bu Andira mukanya pucat lo," ujar Bibi yang masih di depanku.
1020.3K viewsOngoingAdded to Library 508 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Bagaikan Menu Warteg

Bagaikan Menu Warteg

jawab Bibik sambil menangis "A-da apa Bu?"tanyaku panik "Paman mu. Nduk. Sakit."jawabnya "Bapak sakit apa Bik?"tanyaku semakin panik "Paman mu jatuh habis bertengkar dengan Rudi dan Sari."jawabnya. "Bertengkar? Bertengkar kenapa Bik?"tanyaku semakin panik "Nduk. Tolong usahakan pulang. Nanti Bibik ceritakan semuanya."pintanya
3.3K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

Takkan Kubiarkan Kau Merebut Suamiku

"Bibi tahu kenapa Arlita bisa pingsan?" "Bibi sebenarnya gak enak mau bilang sama Tuan." Bi Inah menunduk, dia sepertinya berat mengatakannya padaku. "Bi Inah gak usah takut, Bi Inah bilang saja, Ada apa dengan Arlita, kenapa dia sampai begini?" desakku, aku benar-benar penasaran dengan apa yang sudah terjadi dengan Arlita. Bi Inah memegang sebuah foto dan aku tidak tahu itu foto apa?
1023.0K viewsOngoingAdded to Library 805 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status