Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Dikejar Lagi oleh Istri CEOku

Wajahnya yang tadinya sudah muram, kini menjadi pucat pasi seakan-akan kehilangan jiwanya. "Kenapa bisa begitu? Nggak ... nggak mungkin! Jelas-jelas aku sudah menemukan bunga bakung lelabah, kenapa Bianca masih saja mati?" Kenapa?" Luther menggelengkan kepalanya dengan tidak percaya. Dia tidak berani membayangkannya, juga tidak bisa menerima hasil seperti ini. Bukankah katanya Bianca bisa diselamatkan? Kenapa jadi begini sekarang? Kenapa?
8.83.6M viewsCompletedAdded to Library 127.2K Times as bibir pucat kenapa
Show Reviews (736)
Read
+Library
Panessa Selvia
TAMAT. jadi mnurut kesimpulan saya. luter ditingkatan transendensi roh(tingkatan paling atas kultivasi) sudah ga yg ngusik lagi, sudah bagaikan dewa. makanya dibuat hidup tenang diakhir crita. tpi masih gantung, ayahnya di atlandia masih hidup/wafat? dan Bianca tau GK luter=Gerald Bennet?
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Read All Reviews
Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Anakku Pulang Tanpa Nyawa

Ucapan Sarah di sampingku membuatku mengerjap. "Sar, apa mungkin ada sesuatu yang belum selesai di balik kematian Nila?" "Bibi ini ngomong apa?" "Bibi kepikiran terus soal luka-luka lebam itu Sar." "Bi, luka-luka lebam itu mungkin saja terjadi karena adanya pembekuan darah yang mendadak jadi tampak di kulit seperti lebam-lebam jadinya, Bi." "Apa iya Sar?"
1055.7K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Cinta Dalam Buta

Cinta Dalam Buta

Di lantai sudah terdapat genangan kecil dari cairan kenikmatan miliknya. “Rama, belum selesai juga? Aku sudah tidak kuat. Ini sudah setengah jam, kan? Aku khawatir pamanmu akan mencari kita.” Suara Bibi terdengar lemah, wajahnya memerah, jelas tampak seperti wanita yang setelah terpuaskan. “Ini masih begini saja, "belut" punyaku segemuk ini, masih bisa memuntahkan cairan putih beberapa kali. Kamu yang menginginkan pria sebesar ini, kenapa baru beberapa kali sudah tidak kuat?”
2.7K viewsCompletedAdded to Library 54 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Matanya memandang tajam kepada Pita Biru, sedangkan yang dipandang hanya berdiri tenang dengan kedua kaki sedikit merenggang dan kedua tangan lurus kesamping, seakan siap menunggu serangan lawan. “Jangan menyesal kalau wajah cantikmu rusak karena pukulanku, sayang!” geram Cucur Sangit, si wajah hitam. Pita Biru berkata pelan... ”Majulah kalau ingin hidup tanpa jantung!”
1030.6K viewsOngoingAdded to Library 1.2K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Mesin fotokopi di sudut toko berdengung pelan, tapi perhatian Kinanti tidak sedang ke sana. Ia duduk di kursi kayu dekat meja kasir, laptop terbuka di depannya. Jari-jarinya menggulir halaman demi halaman artikel tentang novel Bubat karya Bumi. Judul-judul berita bertebaran di layar: “Fenomena Sastra Baru dari Timur: Bumi Mengguncang Dunia Literasi” “Franz Müller dan Kolaborasi Lintas Budaya: Apa yang Membuat ‘Bubat’ Layak Difilmkan?”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 367 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

DITALAK SUAMI GARA-GARA MAKE UP PUCAT

Orang-orang yang nggak ngerti tentang trend make up, mikirnya malah salah. Tamu mulai berdatangan lagi. Aku dan Mas Agus bangkit untuk bersalaman. Sepertinya ini dari keluarga jauhnya Mas Agus. Dia tersenyum ramah sebelum akhirnya mengatakan sesuatu yang membuat aku down. “Neng, pucet sekali. Nggak ada cahayanya. Lagi hamil?” Dia mendekatkan bibirnya ke telingaku. Deg! Pikiran macam apa itu? Dari mana asalnya mitos itu, kalau make up pucet menandakan pengantin lagi hamil?
9.9245.4K viewsCompletedAdded to Library 7.1K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Bik Jum menyerahkan benda pipih itu pada pemiliknya. “Bibik nggak jelas banget. Nanti panggil Bapak nanti panggil Mas.” Ivan kembali memprotes. “Iya ... maaf, Mas. Bibik jadi suka korslet belakangan ini. Kayaknya ketularan Pak Ivan.” “Bibik!!” Aku tak bisa menahan tawa mendengar kegaduhan ini. “Kak Dian?” Ivan menaikkan alisnya ketika melihat layar. “Ada apa pagi-pagi udah nelpon,” katanya lagi.
9.8211.2K viewsCompletedAdded to Library 8.2K Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Ada Apa dengan Bia?

Ada Apa dengan Bia?

Aku tak bisa menahan senyum melihat tingkah lucunya. “Kenapa, Qi? Kok ngeliatin terus?” Ucapan Bia tiba-tiba mengagetkanku yang sedari tadi memang sedang memperhatikannya. “Eh. E-enggak, kok,” jawabku seraya menggaruk tengkuk yang sebenarnya sama sekali tak gatal. “Dingin, Bi?” tanyaku. Berusaha mengalihkan pembicaraan. Jangan sampai Bia tahu sedari tadi aku memang sedang memperhatikannya.
106.7K viewsOngoingAdded to Library 220 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
Hotel Bekas Pembunuhan

Hotel Bekas Pembunuhan

Ya sebuah cara yang sebenarnya cukup gila. “Aku harus kualat,” gumam Bobi. “Ya aku harus kualat. Dengan begitu penghuni gunung ini akan membawaku ke alam gaib.” Yang menjadi pertanyaan di benak Bobi adalah bagaimana dia bisa kualat. Ia ingin membuat makhluk halus penghuni gunung ini marah. “Curug Puteri,” gumam Bobi, teringat sebuah tempat yang sempat disebutkan Nyai Amah.
8.314.1K viewsCompletedAdded to Library 395 Times as bibir pucat kenapa
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status