Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BENALU

BENALU

Kebangetan (Pov Izzah) [Bik, ambil di laci nakas tidurku, ada botol kaca kecil. Bawa keluar dan kunci kembali kamarku. Itu botol isinya obat pencahar, teteskan di makan siang mereka, Bik. Jangan banyak-banyak. Mengerti?] Sebuah chatku kirimkan pada Bik Karmi, saat itu juga sebelum dia memasak untuk Ibu Mertuaku itu. Seperti biasa, dia selalu responsible pada setiap chatku.
30.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 983 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

Kalau hujan bisa bikin orang-orang nikmatin indomie rebus atau tidur nyenyak, gue sama hujan dibikin nikmatin sakit kepala yang gak bisa gue definisikan rasa sakitnya. Tanpa Shera sadari, Ibunya telah berdiri cukup lama di depan pintu dengan murka melihat anaknya —bonekanya— yang telah meninggalkan meja belajar. Wanita itu mengepalkan tangannya dengan keras, diambilnya sebuah buku kecil namun tebal bertuliskan Bank Soal TKA. "Dasar anak bodoh!" Bersamaan dengan makian itu, buku kecil tersebut melayang dengan cepat dan mendarat mulus di kepala Shera dengan ujung buku yang keras.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
KEPINCUT CINTA IDOLA

KEPINCUT CINTA IDOLA

) ARRASSO (“Ada yang tau dimana bisa beli bedak pemikat, nggak?” ARI (“Apa itu? Aku taunya bedak warkop doang.”) BIMA (“WARDAH, KAK!”) ARRASSO (“Bedak pemikat yang bisa bikin gebetan jatuh cinta.”) ARI (“Lah? Ngapain kamu butuh gituan? Kamu udah ganteng. Aktor nomor satu di negeri ini. Pake bedak gituan bisa dihinggapi dedemit yang ada.”)
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Dibalik Bayang

Dibalik Bayang

jawab Suci Roswita. 5 tahun yang lalu Marcell jatuh sakit dan di diagnosis oleh dokter bahwa Marcell terkena kanker otak stadium satu. Segala upaya telah di lakukan oleh Arttha Caustaria untuk kesembuhan Ayahnya. Namun apa yang mereka lakukan semuanya sia-sia, sebab tidak ada obat ampuh yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut. Hanya ada obat yang mampu menghentikan penyebaran sel-sel kanker.
522 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Ada Hantu Di Ujung Jalan

Ada Hantu Di Ujung Jalan

Hantu Makelar, sang pemimpin, berdiri di tengah – tengah mereka, lengkap dengan jas berlapis tali pocong, dasi dari rambut orang mati dan membawa koper hitam penuh berkas kontrak jiwa. Dimas mundur perlahan, berusaha untuk tidak panik. Tapi dia teringat oleh kata – kata Briga. Briga telah menyiapkan perlengkapan dibalik lemari dapur, lalu dia menarik satu set senjata yang pernah disiapkan oleh Briga: Bom garam, pisau air wudhu, dan bedak bayi suci 3in1 rasa daun bidara. “Kamu kira aku akan mudah kamu tangkap? Salah besar, makelar!”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Biar dia jemput ke sini, terus kamu istirahat di mobil. Mami mau beli anggur, sama daging cincang dulu, habis itu baru kita pulang.” “Besok, katanya pak David nambah satu orang lagi yang khusus ngawal Mbak Cita kalau mau ke mana-mana,” ujar Jeki menjelaskan sembari berjalan ke parkiran bersama Cita. “Kayak bodyguard khusus gitu, Mbak.”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu

Menjadi Madu

kata Bik Saroh lembut dengan menggandeng tanganku. "Iya," aku mengangguk sembari tersenyum saat melihatnya. "O iya bik, aku beli madu dan sari kurma buat bibik, diminum ya! Biar bibik sehat!" kataku saat bibik menggandengku berjalan menuju kamar. "Ini!" kemudian kuserahkan madu dan saru kurma dalam botol itu kepada Bibi Saroh. "Terimakasih ya Ning Alifah! Sana masuk kamar, istirahatlah!" kata Bibik padaku.
108.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Bidan Mima

Bidan Mima

ujarku membuat gurauan. "Haha. Gak sabar nunggu lima bulan." Matanya terlihat berbinar saat berbicara "Penuhi nutrisi ibu ya Pak. Kalau sampai ada mual muntah, hindari makanan berlemak, carikan makanan yang menyegarkan dan gak bikin eneg. Jangan minum jamu, alkohol, merokok, dan obat sembarangan." "Oke Bu Bidan. Uhmm, nganu... uhm..." Si bapak terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya.
4.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Bidadari Spesial

Bidadari Spesial

serunya saat masuk ke dalam rumah. "Iya, Tuan muda." Bibik bergegas keluar dari dalam rumah menghampiri majikannya itu. "Bik! Ini aku beli obat turun panas, madu, dan ada sari kurma juga. Tolong bibik bantu Hilya untuk minum ini semua, ya!" ujar laki-laki itu dengan menyodorkan kantong plastik warna putih kepada bibi. "Baik, Tuan."
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

PLAK! Bersambung ….
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai bidak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status