Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sembilan Tahun Lagi

Sembilan Tahun Lagi

Dia tidak bisa menebak apa yang terjadi, wajah Vlad pun tidak bisa menjawab. “Are you okay, Vladimir?” Vlad hanya mengangguk. “Let’s go back.” Perlahan Vlad berdiri. Bagas masih menekuri wajah anaknya. Lalu— “You need man’s hug.” Bagas langsung memeluk Vlad. Benar-benar pelukan lelaki lengkap dengan tepukan menguatkan di punggung yang bisa membuat orang muntah darah. Vlad membalas pelukan itu. Ya Tuhan…
1019.0K viewsCompletedAdded to Library 436 Times as back hug
Read
+Library
Kehangatan Pelukan Tetangga

Kehangatan Pelukan Tetangga

Sosok yang dulu sangat terawat kini tampak seperti orang lain, badannya bertambah lebar dan bulu bulu menutupi bagian dagu dan kumis. Vania merentangkan tangan berniat untuk menyambut suaminya dengan pelukan hangat, tidak apa ada yang berubah. Dia tetap mencintai pria itu apa adanya karena telah menerima dirinya yang punya masa lalu kelam ini. Namun, bukan pelukan yang dia dapatkan melainkan tas yang cukup berat, entah isinya apa. Dia menggerutu ketika Adit melewatinya begitu saja.
101.0K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as back hug
Read
+Library
Pelukan Terlarang

Pelukan Terlarang

“Biar aku bantu.” Sebelum Hana sempat menolak, Adrian sudah berdiri di belakangnya. Kedua tangannya menyentuh bahu Hana perlahan, memijat dengan gerakan lembut. “Adrian…” suaranya terdengar canggung. “Tenang aja. Aku cuma bantu kamu biar nggak tegang.” Sentuhan itu ringan, tapi cukup membuat jantung Hana berdegup cepat. Ia bisa merasakan hangatnya telapak tangan Adrian di kulitnya, membuat udara di sekeliling seolah menipis.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as back hug
Read
+Library
Hug Me until I'm Okay

Hug Me until I'm Okay

Ucap Hani sambil menjabat tangan dan mencium pipi nenek Kana. “Kabar baik, Hani. Kalian apa kabar?” Respon nenek dengan antusias. “Kita baik-baik aja, Oma. Sisil kangen sama Oma.” Jawab Sisil sambil memeluk nenek Kana. Pelukan Sisil disambut baik oleh nenek Kana. “Makasih banget ya kalian udah mau datang. Maaf kalau tadi ngasih kabarnya mendadak banget, Cuma lewat chat lagi.” Ucap Kana dengan perasaan sedikit tidak enak.
2.5K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as back hug
Read
+Library
Hug me, My Sweetie

Hug me, My Sweetie

Tanpa sepatah kata, tiba-tiba Rayna memeluk Sofi dengan sangat erat. Sofi terkejut melihat sikap sahabatnya itu. Ia mengangkat kedua alisnya sebagai tanda bahwa dirinya tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Rayna padanya saat ini. Kenapa harus berpelukan? Batinnya. “Bagaimana hasilnya, Na?”
106.5K viewsOngoingAdded to Library 207 Times as back hug
Read
+Library
Hug Me Papa

Hug Me Papa

tanya pemuda bernama Evan sambil melotot tak terima, dia kan hanya bertanya pada dua bocah sekolah dasar asing itu. Namun tiba-tiba salah satu dari mereka memeluk tubuh mungil Jovian dengan erat dan mengusap pucuk kepala Baixian yang terisak. Anak-anak SMP yang melihat itupun menganga tak percaya, si manusia es batu itu peduli pada bocah yang bahkan belum bisa mengancingkan kancing celananya sendiri? Jovian yang merasa nyaman dengan pelukan itu pun semakin terisak dan memegangi punggung lebar itu seakan mengatakan jangan kemana-mana dan jangan meninggalkannya.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as back hug
Read
+Library
Pelukan Hangat Musuh Keluarga

Pelukan Hangat Musuh Keluarga

Sesuatu yang disebut akan memberikannya rasa nikmat. Melihat raut wajah Alisia, Ken tersenyum miring. "Sabar, Sia. Jangan terburu-buru," ucapnya menarik lepas bajunya sendiri, kemudian melemparnya begitu saja. Ken memegang kaki kiri Alisia, mengangkatnya sebelum menyentuhkan bibirnya disana. Mulai dari betis, naik ke lutut hingga ke paha.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as back hug
Read
+Library
The Last Hug

The Last Hug

Sudah lama dirinya itu tidak bertemu dengan sosok pria tangguh yang menjadi kebanggannya. Sang ayah membentangkan kedua tangannya untuk memberikan pelukan pada anak semata wayangnya. Nuri menyambut tangannya ayahnya dengan pelukan yang sangat erat. Ia melingkarkan kedua tangannya pada tubuh sang ayah. Sebuah lengan yang besar membelai rambutnya. Pucuk kepala Nuri terasa hangat karena dicium oleh sang ayah.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as back hug
Read
+Library
Undefined Hurt

Undefined Hurt

Sementara, laki-laki yang menabrak Kia tadi hendak berjalan pergi tanpa meminta maaf. “Eits, Arman, minta maaf dulu dong sama Kia.” Karen menahan lengan Arman, membuat laki-laki itu berdecak. “Ngapain gue harus minta maaf sama dia?” ketus Arman. “Elah, pakai tanya segala lagi. Kamu kan tadi nabrak Kia, sampai Kianya jatuh lagi. Ya, kamu harus minta maaf lah.” “Gue? Minta maaf sama nih anak pembantu? Ogah!”
2.9K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as back hug
Read
+Library
Hug Me!

Hug Me!

Dan, sifat Vanya yang kekanakan mampuh melunakan hati Bara yang kolot. Matanya memandang langit, air matanya semakin deras mengalir. Bara yang meyadari hal itu mendekati Vanya dan duduk tepat di sebelah Vanya. Tangannya meraih pundak Vanya, secara otomatis kepala Vanya bersandar di dada kekar Bara. Tanggan Bara kini mulai menyentuh lembut rambut Vanya. Untuk pertama kalinya mereka berpelukan. Bara mencium aroma parfum segar dari tubuh Vanya, semacam harus mawar.
1016.7K viewsCompletedAdded to Library 652 Times as back hug
Read
+Library
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status