กรองโดย
กำลังอัปเดตสถานะ
ทั้งหมดยังไม่จบจบแล้ว
จำแนกโดย
ทั้งหมดเป็นที่นิยมที่แนะนำคะแนนการอัปเดต
Bukan Aku Orangnya

Bukan Aku Orangnya

      Aku tidak pernah menyangka akan berada di titik ini. Menikah dan menjalani rumah tangga tanpa adanya rasa cinta di dalamnya. Pernikahan yang kujalani karena dijodohkan oleh wanita yang katanya melahirkanku. Wanita yang selalu memperlakukanku layaknya robot dan dia yang memegang kendalinya.  Seperti aku yang masih berusaha melepas rasa untuk seseorang yang sekarang entah dimana,  begitu juga dengan Mas Zayn, suamiku, yang tak pernah kurasakan kehangatan cintanya. Awalnya kukira, aku tidak merasakan cinta itu karena hatiku yang masih dibelenggu masa lalu. Namun, ternyata aku salah. Aku tidak merasakan cinta itu bukan karena diriku, melainkan karena memang dia tidak mencintaiku.  Malam itu aku mendapati Mas Zayn  menangis sambil memandangi sebuah foto yang aku tak tau itu siapa. Hingga aku bertekad mencari tahu segalanya. Satu persatu kenyataan mulai terungkap, dan aku sempat menyalahkan diri sendiri. Ada keinginan untuk menyerah, tetapi …apa dayaku? Aku tak bisa mengambil keputusan besar itu, jika dia si Pemegang Remot tak memberi izin untuk robotnya ini. Rasa panas menjalar di pipiku ketika lima jari mendarat indah di sana. Gesekannya meninggalkan bekas merah, sama persis dengan apa yang dulu kurasakan setiap kali menyebutkan keinginanku. “Jangan bikin malu keluarga!” Teriaknya kala itu. “Kamu kira menjadi janda itu menyenangkan? Kalau kamu cerai sama Zayn, siapa yang bakal membiayai kehidupan kita, ha? Siapa yang akan membiayai kuliah dan sekolah adik-adikmu?” Tatapannya nyalang, mengunci pergerakanku. Dadanya naik turun bersamaan dengan mengetatnya rahang membuat nyaliku ciut seketika. Dia, wanita yang kupanggil Ibu itu tak pernah berubah, dan aku tahu seperti apapun aku berusaha baginya aku tak seberharga itu. Aku tak akan diberi celah sedikit pun. Lalu aku harus apa? Bertahan membuatku semakin terluka. Tuhan … sebegitu buruknya kah aku, sampai aku tak pernah layak dicintai? Aku hanya ingin bahagia, meski tak ada yang menaruh cintanya untukku. Apa itu mungkin?
10357 viewsยังไม่จบถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 14 ครั้งในชื่อ bikin alamat email
อ่าน
+ห้องสมุด
Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Biarkan Angin yang Akan Memaafkanmu

Malam sebelum pernikahan, aku dan kakak angkatku diculik dalam perjalanan pulang. Keluargaku mengirimkan uang tebusan, tetapi jumlahnya hanya cukup untuk membebaskan kakak angkatku saja. Aku pun diseret ke sebuah pabrik terbengkalai dan disiksa serta dilecehkan selama tiga hari tiga malam. Begitu tunanganku mengetahuinya, dia segera mengeluarkan pernyataan yang dingin. [Nona Muda Keluarga Ambara telah ternoda. Dia nggak lagi pantas menjadi istriku. Pernikahan antara Keluarga Ambara dan Keluarga Wirasena kini dialihkan kepada putri sulung, Diva Ambara.] Aku menjadi bahan tertawaan di seluruh sosialita Cimayang. Orang tuaku pun merasa malu dan mengusirku dari rumah. Di saat aku berniat mengakhiri hidup, Juna Mahendra, putra sulung Keluarga Mahendra yang merupakan satu dari sepuluh keluarga paling berpengaruh di Kota Cimayang, mendadak muncul. Dia mendekapku erat dan berkata sambil terisak bahwa dia tidak peduli dengan masa laluku. Dia bahkan menggelar pesta pernikahan abad ini yang begitu megah untukku. Karena khawatir aku trauma, selama dua tahun pernikahan, dia sama sekali tidak menyentuhku. Di bawah penjagaannya yang tulus, kesehatan fisik dan mentalku perlahan pulih, hingga akhirnya aku menerima cintanya. Satu bulan kemudian, saat aku membawa hasil pemeriksaan kehamilan dan bermaksud berbagi kabar gembira ini dengannya, tanpa sengaja aku mendengar percakapannya dengan mantan tunanganku, Arya Wirasena. "Juna, aku benaran nggak habis pikir sama kamu. Dulu, demi bantuin Diva, kamu tega bawa orang buat ngelecehin Maya. Tapi, sekarang, kamu malah sengaja bikin dia hamil. Mau kamu apa, sih?" Juna mengibaskan tangan, suaranya datar tanpa emosi. "Anak Diva lagi sakit. Dia butuh darah tali pusar bayi buat bertahan hidup, sedangkan kondisi badan Diva sendiri juga lemah." "Maya dulu pernah disiksa kayak gitu saja badannya bisa balik sehat, jadi dia pasti kuat buat melahirkan. Kalau satu anak nggak cukup, ya dua. Kalau dua nggak cukup, ya tiga!" "Memang kejam, sih. Tapi, aku bakal tebus itu dengan nemenin dia seumur hidupku. Buat dia, kompensasi kayak gitu harusnya sudah lebih dari cukup."
3.0K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 91 ครั้งในชื่อ bikin alamat email
อ่าน
+ห้องสมุด
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah

Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
2.1K viewsจบแล้วถูกเพิ่มไปยังห้องสมุด 56 ครั้งในชื่อ bikin alamat email
อ่าน
+ห้องสมุด
ก่อนหน้า
1
...
91011121314
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status