HATI ADINDA
Dinda pun mengangguk hormat sungguh saat ini dia panas dingin, berhadapan dengan Kairo juga orang tuanya, Dinda masih tidak tahu akan bagaimana dan ada hubungan apa dengan mereka semua.
“Saya Dinda....Pak.” Dinda pun memperkenalkan diri.
“Oh ya duduk Adinda, tiga bulan ini kita akan sering bertemu dengan Kairo juga Pak Rifan, kamu selama sekreteris saya cuti melahirkan yang akan membackup semua ya, Kairo ini juga calon-nya Orlin, anak saya...”
Tentu saja Dinda terkesiap merasakan sebuah hawa panas yang masuk ke telinga tapi panas di dadanya namun ia berusaha setenang mungkin, lalu mengangguk mengerti.
Bab Populer