Dia yang Terluka
"Hey! Jangan agresif seperti itu Bia, kita tidak boleh bersentuhan karena belum muhrim, atau kamu sudah tidak sabar untuk aku halalin?"
Setelah berhasil menangkap tangan Bia, Bumi menggenggamnya dengan erat, seakan tidak ingin melepaskannya lagi. tentu apa yang dilakukan oleh Bumi saat ini sangat bertentangan dengan apa yang baru saja dia ucapkan.
"Lepas!" pinta Bia, sambil berusaha untuk melepaskan tangannya yang masih berada di genggaman Bumi.
"Ssst! Diam! Kalau kau masih seperti ini terus, kau bukan hanya membahayakan kita berdua, tetapi juga pengguna jalan yang lain!"
Hot Chapters