Tukang Pijat Tampan
"Nak Adit, laut itu punya segudang misteri yang tidak akan pernah bisa dihitung oleh akal manusia. Arus bawah laut itu tidak bisa ditebak. Tapi bagi orang beriman seperti kami, tidak ada yang kebetulan di dunia ini."
Pak Hermawan menjeda kalimatnya, menatap Adit dengan pandangan dalam. "Mungkin... Tuhan memang sengaja mengirim kamu ke Pulau Kakap ini. Pertama, untuk menyelamatkan nyawa Bapak di pasar tadi. Kedua, untuk memberi kamu awal yang baru di sini."
Adit tertegun sejenak, merasakan ketulusan dari pria tua itu, lalu mengangguk pelan. "Mungkin benar begitu, Pak Kades."