Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kami tidak perlu menunggu kedatangan siapa-siapa, karena memang keluarga kami sudah lengkap dengan hanya berkumpulnya tiga orang. Kami siang ini berbincang-bincang ringan, tentunya dengan iringan kopi panas kas desa. Kawan, di desa saya tidak ada yang namanya penggilingan kopi, sehingga kami masih menggunakan alat manual, penumbuk kopi manual. Jadi, kopi yang kami minum agak kasar-kasar seperti itu. Mungkin untuk yang belum terbiasa menjadi kurang nyaman. Tapi, saya dan keluarga sudah terbiasa dengan kopi kasar seperti ini sejak kecil. Jadi, yahh... enak saja, tidak ada yang perlu dikurangkan dari rasanya. “Kapan kamu kembali ke pondok, Mal?” tanya ibu saya.
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Dinodai adiknya, dinikahi kakaknya

Harum dan tajam, bukan kopi sachet'an tapi aroma kopi alami yang begitu tajam dan disukai Sadewa dalam seumur hidup nya. Dia menelisik meja, mencari aroma tersebut untuk beberapa waktu hingga akhirnya menemukan gelas bergagang di atas sana. Asap nya masih mengepul, menandakan betapa panas nya kopi tersebut dan sangat tepat jika di nikmati di pagi hari dengan cemilan ringan di atas meja. Ubi dan pisang goreng. Sarapan sederhana namun mampu menggugah selera.
9.314.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 464 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Bukan Semata Fisik

Bukan Semata Fisik

Sedikit demi sedikit terdengar aktifitas para mahluk bumi untuk memulai hari. Aroma kopi sangat kental dipagi hari terutama disalah satu kedai Kopi, ya Kedai Kopi yang cukup tersohor di kota tersebut, meskipun hanya sebuah Kedai sederhana. Namun, cita rasa yang disajikan begitu kuat dan kental, apalagi dengan bangunannya yang masih terlihat klasik. Sungguh sempurna rasanya memulai aktifitas dengan secangkir kopi dan sehelai roti gandum menurut beberapa pikiran manusia dewasa yang beranjak paksa.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

“Tolong belikan kopi jahe sachet di sana, ya, Siti. Merek kopinya itu Bintang Barat. Sama sekalian belikan beberapa cemilan untuk acara tahlilan nanti malam ya. Mbak Acha paham kok cemilannya apa saja.” Siti menatap Ami sembari mengerutkan keningnya. “Di dapur ada kopi kok, Tante.” “Di dapur kan kopi biasa. Tante kan maunya kopi jahe. Rasanya beda,” jawab Ami dengan nada lembut akan tetapi tidak mau dibantah. “Ini duitnya. Karena di rumah Mbak Citra nggak ada motor atau sepeda, kamu jalan kaki aja ya biar sekalian olahraga pagi. Dekat kok. Mbak Citra biasanya jalan kaki.”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Pewaris Naga Majapahit

Pewaris Naga Majapahit

Keesokan paginya, Jaka menikmati suasana pagi hari bersama Suminten dengan duduk di depan perapian. Di dekatnya ada satu gelas kopi hitam yang menebarkan aroma harum dari kopi asli Indonesia yang sangat harum dan nikmat. Saat pagi berganti siang, Jaka berpamitan kepada ibunya untuk jalan-jalan ke kampung yang ada di bawah. Meskipun rumah orang tuanya masih satu kampung dengan pusat perkampungan di bawahnya, akan tetapi jarak terdekat dari tetangganya sekitar seribu meter.
9.772.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kopi pagi hari di desa
Tampilkan Ulasan (12)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Ceritanya oke thor! Izin promosi novel berjudul "PENDEKAR KAISAR RASKAR" dan "DERITA WAJAH JELEK". Keduanya sudah lebih daripada 50 bab (Updatenya lumayan cepat). Genrenya campuran dengan Romansa, Action, Fantasi Timur, Drama, dan Komedi. Dijamin pasti suka :)
MN Rohmadi
Author Mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. jika ada kata-kata dan alur cerita yang kurang berkenan di hati pembaca setia. Author akan berusaha menampilkan cerita-cerita yang menghibur dan enak dibaca. Terimakasih untuk semua pembaca setia karya-karya Author.
Baca Semua Ulasan
ROSES

ROSES

Aaa kopi, pertama kali aku merasakan roti ini" kata Hendery, lelaki itu lagi-lagi memakan roti itu lagi setelah mengambilnya dari atas piring. "Pertama kali juga aku melihat lelaki perjaka menyukai kopi, di desa hanya beberapa yang menyukai kopi, seperti paman John dan Tuan Jayden" jawab ku, aku jadi teringat kedekatan mereka saat melewati rumah ku hanya ingin meminta dibuatkan dua gelas kopi sembari duduk di ladang belakang desa. "Padahal di kota sangat terkenal dengan kopi, tapi sepertinya ucapan mu benar, aku pernah mengajak Tuan Teil untuk ikut meminum kopi bersama ku, beliau langsung menolak keras hahaha"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Langkah tegapnya sengaja diarahkan menuju ke sebuah warung kopi (warkop) yang berada di sudut desa. Manthis memesan kopi hitam, lalu duduk tenang di bangku kayu. Tak berselang lama, pria penonton yang melongo di jalanan tadi tiba-tiba saja datang mendekat dan ikut duduk di dekat Manthis dengan wajah penuh kekaguman.
9.7659.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.4K kali sebagai kopi pagi hari di desa
Tampilkan Ulasan (30)
Baca
+Pustaka
mrd_bb
Buat pembaca setia, jangan lewatkan novel-novel terlaris kami lainnya: 1. MAKIN LAMA MAKIN ASYIK (Makin menanjak rating) 2. MEMBAGI JATAH UNTUK IPAR DAN MERTUA (Best Seller) 3. AKU SANG PRIA PEMUAS (Pemenang lomba GN) 4. PRIA SHIFT MALAM (Novel terbaik bulanan)
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Maman, Kamu Sungguh Hebat!

Maman, Kamu Sungguh Hebat!

Sesampainya di perempatan pasar desa, warung Mang Udin tampak sudah ramai dikunjungi oleh para warga yang sedang menikmati bubur ayam dan kopi pagi. Begitu Maman melangkah mendekat, Togel—sahabat setianya—yang sedang duduk menyeruput kopi hitam langsung melambaikan tangan heboh. "Woi, Man! Sini, sarapan bareng!" panggil Togel dengan suara cukup nyaring. Maman tersenyum tipis, menghampiri meja Togel dan langsung memesan semangkuk bubur ayam langganannya.
6.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi Pahit Di Tepi Sudiya

Kopi beraroma kuat yang aku sukai, asam dan pahit menyatu dalam pekatnya ampas. Kopi ini tumbuh berupa semak-semak berdaun hijau lumut yang menghasilkan biji-biji kecil berwarna hijau lalu berubah menjadi merah ketika siap untuk dipetik. Kopi khas Malayaka, ditanam oleh suku yang binasa. Aku menghela napas sejenak. Mereka benar-benar suku yang hebat. Aku sangat berterimakasih atas kopi mereka.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesona Tuan Muda (Jace&Jovie)

Terjebak Pesona Tuan Muda (Jace&Jovie)

Kepulan asap tipis membumbung tinggi dari cangkir berisi kopi yang sedang dipegang oleh Jovie. Rutinitas pagi yang selalu dia lakukan di pagi hari. Menikmati morning coffe time di kursi balkon, sembari menunggu suami dan anaknya bangun untuk sarapan.
1011.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai kopi pagi hari di desa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status