Waktu pertama aku mulai mikir tentang orientasi seksualku, rasanya campur aduk antara lega dan bingung. Aku sadar bukan cuma ketertarikan fisik yang bilang seseorang itu biseksual — ada juga ketertarikan emosional, fantasi, dan bagaimana aku bereaksi saat melihat orang yang berbeda jenis kelamin.
Dalam pengamatanku sendiri, tanda-tandanya muncul perlahan: aku bisa naksir teman cowok dan juga naksir teman cewek, kadang lebih kuat ke salah satu tapi tetap ada ketertarikan ke dua sisi. Kadang aku menilai, apakah ini cuma fase? Untuk menjawab itu aku mulai mencatat perasaan—siapa yang bikin jantung deg-degan, siapa yang membuatku ingin lebih dekat, dan apakah itu seksual atau cuma kagum. Penting juga membedakan antara ketertarikan romantis dan seksual; aku pernah merasa tertarik secara emosional pada satu gender tapi secara seksual lebih ke gender lain.
Akhirnya aku belajar bahwa menerima label itu pilihan, bukan keharusan. Menyebut diri biseksual membantu beberapa orang merasa terhubung dan jelas, tapi bagi yang lain, kata seperti 'panseksual' atau 'queer' terasa lebih pas. Intinya, kalau kamu konsisten merasa ketertarikan ke lebih dari satu gender dan itu bukan hanya eksperimen sesaat, besar kemungkinan kamu memang biseksual. Yang penting: beri dirimu waktu, jangan paksakan definisi, dan cari teman atau komunitas yang mendukung—rasanya sangat membantu mengetahui kamu nggak sendirian.