Ada Apa dengan Bia?
“Iya. Tadi Uqi memang pulang bareng Bia. Tapi tadi Bia bilang, katanya lain kali Uqi nggak usah nganterin Bia berangkat atau pulang sekolah lagi. Katanya kami bukan mahram, nggak seharusnya berhubungan sedekat itu. Padahal kan Uqi sama Bia nggak pernah ngapa-ngapain, Bunda. Memangnya hubungan persahabatan Uqi sama Bia selama ini salah ya?”
Bunda tampak mengangguk mendengarkan penjelasanku. “Kalau menurut Bunda, ya nggak salah juga si kalau Bia bilang kayak gitu. Kalian kan sudah sama-sama besar. Memang rasanya aneh jika sahabatan sedekat itu. Bunda si paham, memang kalian dari dulu selalu seperti itu. Tapi, semakin dewasa, pasti nanti kalian bakal ngerasa aneh. Apalagi kamu cowok, Bia cewek.
Hot Chapters