Cinta Dalam Buta
Namun Bibi justru dengan tenang menariknya kembali, lalu menjelaskan dengan suara lembut, “Jangan takut. Dia keponakanku. Matanya tidak bisa melihat, telinganya juga tidak bisa mendengar. Bahkan kalau mau dilakukan di depannya pun juga tidak apa-apa.”
Sambil berbicara begitu, ia melambaikan tangan di depan wajahku, dan sengaja memanggil namaku dengan suara keras untuk memperlihatkan kalau aku memang buta dan tuli. Aku berusaha keras mempertahankan ekspresi kosong, berpura-pura sama sekali tidak menyadari apa pun.
Melihat hal itu, si pria merasa tenang. Ia lalu kembali merangkul Bibi ke dalam pelukannya.
Bab Populer