Hayu
Untung saja refleks Candra cepat, dengan kecepatan cahaya dia menyodorkan minuman untuk Hayu, setelah Hayu menerima minumannya, Candra segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Hayu, menepuk-nepuk punggung Hayu pelan.
Jelita yang melihatnya pun jengah, melihat mereka berdua layaknya pasangan romantis yang saling peduli satu dengan yang lain.
“Kalian berdua ini sedang menyuguhiku drama romantis? Luar biasa.”
Candra mendengus kasar, jika tak ingat bahwa Jelita adalah perempuan mungkin sudah sejak tadi dia menamparnya atau malah memberinya bogem mentah.
“Pak, saya baik-baik saja. Sebaiknya Bapak dan Mbak Jelita butuh bicara berdua, jadi sebaiknya saya permisi dulu, saya juga mau ke toilet.”
Hot Chapters