Rumah Lavender
Ladang itulah yang membuat rumah ini bernama 'Rumah Lavender', seperti yang tertulis pada plang di depan jalan masuk tadi.
"Den bagus Vigo sama Non ayu Zlaffa udah besar," ujar Pak Kusno memandangku dan Kak Vigo bergantian. Yang sama-sama kami balas dengan senyuman canggung. Aku yakin, seperti diriku, Kak Vigo juga tak ingat akan pria tua di hadapan kami ini. "Udah ada dua ekor baru pula. Ha ha ha," lanjut beliau ketika menemukan Yugo dan Yugi. Tawanya di akhir kata terdengar seperti gonggongan yang bersahabat.
"Iya, Pak. Hahaha." Papa ikut tertawa ringan. "Terakhir kali ke sini, Papa sama Mama masih ada, Yugo sama Yugi belum lahir."
Hot Chapters