Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Arimbi

Arimbi

Hanna mengubah posisinya menjadi menyamping. Cukup lama Hanna diliputi perasaan gelisah. Hingga akhirnya dunia gelap menarik jiwa Hanna ke mimpi indah. Braak! Pukulan itu terdengar jelas. Tetapi, Hanna masih enggan membuka mata. Kepalanya terasa sulit diangkat. "Arimbi, buka pintunya!" Gedoran itu semakin keras dan kuat.
104.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang brave
Read
+Library
Brittleness

Brittleness

Mata itu terus mengikuti ke mana Ronan melangkahkan kakinya. Ronan akhirnya kembali duduk di depan Evelyn. Pemuda itu menyodorkan sebuah nampan berisi gulungan roti kebab dan segelas cola. Evelyn menatap Cola itu cukup lama. Ronan terus memperhatikannya dan dia tertawa. "Minuman itu aman."
9.95.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 120 Beses bilang brave
Ipakita ang mga Review (47)
Read
+Library
Glow Peridote
Ceritanya bagus bangeeeet! Bikin penasaraaaan! Gila bunuh aja bapaknya! Kesel aku tuh sama bapaknya!!! Kesian anaknya....Gila hebat banget ini authornya bisa bikin pembaca ngerasain emosi dari tokohnya. KEREN BINGITS!!!!
Marrygoldie
ceritanya berasa nyata. suka sekali. kasihan banget anak-anak broken home. pelajaran untuk orang tua yg harus bersikap lebih baik kepada anak. Bacaan yang Bagus dan penuh pelajaran. wajib masuk library nih
Basahin ang Lahat ng Review
Bareksa

Bareksa

Raut muka Ashton tenang, namun kilau matanya berbahaya. "Hukum tertinggi Bareksa adalah melindungi. Mutlak. Nggak bisa digantikan, nggak bisa diwakilkan. Kamu udah tahu itu. Jadi, sekali lagi kamu ngomong gitu, aku yang bakal potong lidah kamu. Ngerti?" Nala tidak mengira Ashton semarah itu. Ia menganggukkan kepala dengan gugup. Lebih baik menghindari perselisihan dengan orang seperti Ashton, apalagi Nala mengetahui dengan baik seperti apa kemampuan pemuda itu.
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang brave
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Mata Nico membulat sempurna, aura kemarahan terpancar jelas disana. Bugh Bugh Bugh Bugh Nico menghajar pria itu dengan membabi buta, sampai pria itu tidak sadarkan diri. Empat mobil berhenti di samping Nico, beberapa orang keluar menghampiri Nico. Joan meringis melihat banyak orang yang tergeletak. Matanya menatap Nico, pria itu terlihat berantakan, dengan percikan darah yang mengotori bajunya hingga penampilan pria itu lebih pantas disebut psikopat. "Tuan--"
106.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 157 Beses bilang brave
Read
+Library
ZANNA

ZANNA

Kafka berdecak kesal. "Lihat gue anak baru!" Zanna masih diam. Dia tidak berani menatap Kafka, kepalanya masih tertunduk sembari meremas rok sekolahnya. "Lihat gue!" ucap Kafka tegas. Zanna dengan berani mendongkakkan kepalanya, dengan segala kekuatan dan keberaniannya Zanna mencoba melihat wajah Kafka. Kafka terdiam, melihat wajah cantik Zanna dari dekat. Perempuan itu benar benar mempesona walau seperti orang culun.
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 70 Beses bilang brave
Read
+Library
Liara

Liara

Hagan sudah memutar tubuh, hendak berjalan ke arah pintu, sampai telinganya mendengar suara Liara lagi. "Ini juga tidak?" Berterima kasih pada mereka yang menemukan teknologi bernama internet. Setelah masuk kamar tadi, Liara iseng berselancar di dunia maya. Di mesin pencarian ia mencoba menemukan cara untuk membuat seorang pria berhenti marah. Satu artikel berhasil menarik perhatian si perempuan. Di sana dikatakan, untuk membuat pria yang marah kembali normal ada satu cara mumpuni.
9.535.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang brave
Read
+Library
Safe Haven

Safe Haven

Jawab Teddy dengan enteng, tak lama kemudian kuda yang ditunggu-tunggu oleh Teddy dan Valen pun tiba. Salah satu dari mereka memiliki badan yang lebih besar disertai bulu yang berwarna hitam pekat, Teddy bilang nama kuda itu Brixton. Sedangkan yang lebih kecil dengan warna cokelat muda bernama Georgia. Valen mendekat ke arah Georgia dan mencoba membelai kepalanya, Georgia menundukkan kepalanya seakan meminta Valen untuk tidak berhenti. Valen tertawa melihat itu dan terus membelai Georgia.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 30 Beses bilang brave
Read
+Library
HALCYON

HALCYON

protes Kaivan. “Tadinya gue mau ngetik Namara cantik di kontak lo, Cuma takutnya lo nggak terima.” “Hahaha apaan sih. Ya udah gue save aja pake nama ini” Kaivan menunjukkan layar smartphonenya dan tertera nama ‘Suzanna’ diatas nomer hp Namara. “Astaga lo seriusan namain gue Suzanna?!” Namara terlihat tidak terima dengan nama tersebut di kontak milik Kaivan.
103.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 106 Beses bilang brave
Read
+Library
Criana

Criana

Aku harap tidak datang terlambat. Beberapa saat kemudian, mobil berhenti tepat di depan lobi kantor. Aku melirik sebuah tulisan besar yang terukir megah di bagian atas teras lobi, ‘PT. Fun Bright’ begitu tulisan itu berbunyi. Membaca tulisan tersebut debarku semakin menjadi. Pak Kardi membukakan pintu mobil dan mempersilahkanku untuk turun. Aku turun dengan perlahan, dan masih dengan debar yang sama.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 109 Beses bilang brave
Read
+Library
Alice

Alice

Semua orang memiliki trauma tersendiri Jangan sampai trauma tersebut menjadikan cara untuk menjatuhkannya ---------::---------- Sebuah mobil memasuki area sekolah . Mereka sangat tau itu pemilik mobil siapa, ya tidak lain Angle Wing. Semua memberi nama mereka Angle Wing. Angle wing hanya berangotakan 50 orang, 6 orang inti.
106.0K viewsOn holdIdinagdag sa Library 215 Beses bilang brave
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status