Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Little Brother

Little Brother

Bab Dua: Kecemburuan *** Ting! Dering notifikasi pesan masuk. Ponsel di meja rias tampak berkedip-kedip. Irena berhenti mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, dan beralih meraih ponsel pintar. Membaca satu nama kontak tertera di layar, Irena melonjak senang. Buru-buru dia membuka pesan masuk dari kontak bernama Zen.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
Alva

Alva

sahut Alva tak berperasaan membuat Naisa berwajah masam sekarang. Naisa sibuk memandangi Alva yang mukanya bak dewa Yunani yang bernama Alva Darmawangsa. Naisa berpikir lagi, ohh pantas aja ini bocah kasar banget, kan namanya Alva. Dewa Alva di mitologi Yunani kan emang kasar. Alva memasang wajah tanpa ekspresinya untuk menutupi segala ekspresi yang ada di wajahnya. Alva benar-benar ahli.
9.82.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
Amazing brie

Amazing brie

sungut Brie. Brie berjalan melewati lorong rak produk kecantikan, dilihatnya beberapa produk dan kemudian meletakannya kembali ke tempatnya. “Sabar, Brie. Jangan kalap.” Diliriknya keranjang belanjanya untuk memastikan barang belanjaannya sesuai dengan daftar belanja. Tidak boleh kurang, tidak boleh lebih. Dalam daftar belanjanya tidak ada produk perawatan kulit yang perlu ia beli.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
REVEAL

REVEAL

tanya Rafa hati-hati. "Gue gak tau, baunya amis dan kentel. Nah, pas gue di sadarin mama gue, sesuatu yang netes itu gak ada di mulut gue. Tapi gue masih ngerasa sesuatu itu ada, makanya gue di situ masih batuk gak berhenti," terang Eleena. "Gue jadi ngeri sama yang netes itu, jangan-jangan darah, apalagi baunya amis," tutur Rafa mengernyit membayangkan betapa ngeri dan jijiknya hal itu bila ia yang mengalaminya.
106.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
ARABELLA

ARABELLA

“Lo kenapa Bell?” Baron mengepalkan kedua tangannya setelah mendengar cerita Bella. “Cowok brengsek! Setelah nyakitin lo dengan gak tahu dirinya dia muncul lagi? Pakai minta balikan lagi. Benar-benar gak punya otak. Gak tahu malu!” Baron mengumpat meluapkan amarahnya.
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
LUKA

LUKA

Meski kaya tapi mereka tidak pernah menyombongkannya. "Bi, apa gakpapa kaya gini? Kalau menurut aku ini sedikit berlebihan gak sih? Aku gak suka terlalu heboh kaya gini." gadis mungil itu protes, ia melihat makeup di wajahnya. Terlihat sangat berbeda dari hari biasa. Wajah yang biasa hanya berpoles bedak dan lipstik tipis kini disulap menjadi begitu cantik dengan polesan makeup. Kecantikan yang biasa terpancar kini naik berkali lipat dari sebelumnya. Sangat indah dan memanjakan mata.
87.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Nick bersuara dengan nada dingin. “Tidak ada yang salah, hanya saja kita jangan meremehkan wanita. Wanita tidak selemah yang kita pikirkan!” Sanskar berceramah, pria berdarah India itu memiliki ketakutan sendiri ketika Youvee berbicara enteng mengenai wanita.
109.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
YOU

YOU

dewi Triana.A7710oursthus6bole
Sorry ada adegan dewasa, yang belum cukup umur skip aja yah.... Happy reading guys Sepasang insan manusia yang tengah mabuk dalam surga dunia, saling berlomba-lomba mengejar kenikmatan. Gadis itu mengerang bebas membiarkan pria gagah itu memasukinya dalam. Dia sudah lama merindukan sentuhannya, pekerjaan menuntut dirinya harus berjauhan dengan Sean selama hampir sebulan. Helena brooklyn seorang model papan atas berdarah Brazil, kecantikannya tersohor di seluruh dunia. Dia sangat terobsesi dengan Sean, rela melakukan apa saja hanya untuk mendapatkan pengakuan dari seorang Kingston. Helena merasa kedudukannya lebih tinggi dari wanita-wanita yang dipakai Sean sebelumnya, seperti yang diketahui
9.911.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 395 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
GREESA

GREESA

Mitha Widyaguegaj
seru Deva. *** "Kantin yuk!" ajak Ara. "Bentar," ucap Greesa sembari mengambil ponselnya di tas. "Yah batrenya abis," rengek Greesa sambil berusaha menghidupkan ponselnya. Ara menyodorkan powerbank. "Nih pake lo nggak bawa charge kan." Greesa meraih powerbank di tangan Ara, memasukan kabel USB dan menekan tombol power pada ponselnya lalu memasukan ponsel beserta powerbank tersebut ke tas miliknya.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
LUNA

LUNA

Dalam ruangan tersebut terdapat sebuah kunsen kayu jati yang di sangkuti gorden renda dengan warna senada, di mana menghadap langsung pada sebuah pohon kapuk yang menjulang tinggi. Luna mengucek rambutnya yang basah dengan handuk kecil yang bergambar beruang di bagian ujung. Sambil menggantungkan handuk tersebut di bahu, Luna berjalan menuju laptop yang tampak menyala. Sebuah pesan dari Black mask, organisasi mata-mata tempat gadis itu bernaung. Luna mengklik ikon topeng hitam yang berputar pada layar memasukkan kata sandi 051205. Tanggal di mana kehidupannya mulai berubah.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai brave
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status