Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Davira

Davira

Yoo bro! Ada yg baca cerita ini gak seh? 👀 Kalau ada vote dan komennya dong, jangan diem-diem bae kayak orang sariawan. 🙌 Happy reading! 👒👒👒👒👒👒
6.3K viewsCompletedAdded to Library 231 Times as brave
Read
+Library
Unknown

Unknown

tanyaku keheranan. “Dari mana aja bim baru bales pesanku. Sok sibuk deh sekarang”ledeknya dengan aksen khas Dea yang bisa-bisanya selalu membuatku tertawa. “Enggak, tadi ada kumpul UKM ini baru pulang” “Beneran bagus yang itu bim?” “Ya menurut saya sih iya” “Sip kita satu server, tapi entar belinya nunggu uang ku ke kumpul. Aku lagi banyak pengeluaran bulan depan Bang Fahmi ulang tahun. Aku lagi ngumpulin uang buat kasih dia surprise ”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 58 Times as brave
Read
+Library
Brave Heart

Brave Heart

ikrar Seruni sungguh-sungguh. "Itu baru Seruni Arkadewi yang Mbak kenal. Sesungguhnya keluarga Brata Kesuma beruntung memiliki kamu yang begitu mencintai putra mereka. Mbak tau siapa kamu, Seruni. Kamu ini orang yang total dalam hal apapun. Jika kamu sudah cinta, maka kamu akan sanggup berkorban apa saja demi orang yang kamu cinta. Sesungguhnya Antonio yang beruntung memiliki kamu. Karena kalau hanya soal harta, Adolf Merckle, Otto Beishem, Xu Ming dan miliarder-miliarder lainnya tidak akan mati bunuh diri, padahal mereka berharta. Kekayaan itu memang memudahkan. Tetapi tidak bisa membeli kebahagiaan. Benar 'kan Seruni?"
1038.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as brave
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

kata Speranza tanpa ekspresi. Xaviera menyentuh bahu Speranza dengan lembut. "Flavia, kenapa kamu selalu melakukan apa yang kamu inginkan? Mengapa kamu tidak pernah memikirkan orang lain?" tanya Xaviera dengan lembut. Speranza tersenyum miring. "Kau ingin tahu jawabannya?" tanya Speranza yang diangguki oleh Xaviera. "KARENA AKU ADALAH SEORANG PSIKOPAT!!"
102.7K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as brave
Read
+Library
Little Brother

Little Brother

Bab Dua: Kecemburuan *** Ting! Dering notifikasi pesan masuk. Ponsel di meja rias tampak berkedip-kedip. Irena berhenti mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, dan beralih meraih ponsel pintar. Membaca satu nama kontak tertera di layar, Irena melonjak senang. Buru-buru dia membuka pesan masuk dari kontak bernama Zen.
105.2K viewsOngoingAdded to Library 187 Times as brave
Read
+Library
Alva

Alva

sahut Alva tak berperasaan membuat Naisa berwajah masam sekarang. Naisa sibuk memandangi Alva yang mukanya bak dewa Yunani yang bernama Alva Darmawangsa. Naisa berpikir lagi, ohh pantas aja ini bocah kasar banget, kan namanya Alva. Dewa Alva di mitologi Yunani kan emang kasar. Alva memasang wajah tanpa ekspresinya untuk menutupi segala ekspresi yang ada di wajahnya. Alva benar-benar ahli.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as brave
Read
+Library
Amazing brie

Amazing brie

sungut Brie. Brie berjalan melewati lorong rak produk kecantikan, dilihatnya beberapa produk dan kemudian meletakannya kembali ke tempatnya. “Sabar, Brie. Jangan kalap.” Diliriknya keranjang belanjanya untuk memastikan barang belanjaannya sesuai dengan daftar belanja. Tidak boleh kurang, tidak boleh lebih. Dalam daftar belanjanya tidak ada produk perawatan kulit yang perlu ia beli.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as brave
Read
+Library
REVEAL

REVEAL

tanya Rafa hati-hati. "Gue gak tau, baunya amis dan kentel. Nah, pas gue di sadarin mama gue, sesuatu yang netes itu gak ada di mulut gue. Tapi gue masih ngerasa sesuatu itu ada, makanya gue di situ masih batuk gak berhenti," terang Eleena. "Gue jadi ngeri sama yang netes itu, jangan-jangan darah, apalagi baunya amis," tutur Rafa mengernyit membayangkan betapa ngeri dan jijiknya hal itu bila ia yang mengalaminya.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 185 Times as brave
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status