Rayuan Maut Para Tetanggaku
“Bramantyo... dia adalah kakak kandungku sendiri, Bima. Pamanmu. Tapi kami sudah tidak berkomunikasi selama bertahun-tahun karena perselisihan warisan dan prinsip bisnis. Kenapa dia bisa terlibat dengan orang-orang yang menerormu? Dan apa hubungannya dengan Adit?”
Suasana ruangan menjadi sangat berat. Ternyata musuh yang kuhadapi bukan hanya Adit, tapi mungkin juga bagian dari keluarga besarku sendiri.
“Papa akan selidiki ini. Kalau memang Bram terlibat dengan Adit untuk menyingkirkanmu demi memutus garis keturunanku, Papa tidak akan tinggal diam,” desis Papa dengan nada mengancam.
“Tapi sudahlah, jangan terlalu tegang. Ayo kita makan siang. Perutmu butuh asupan setelah jadi tameng besi tadi