เข้าสู่ระบบSepanjang hidupnya dibenci oleh ibu kandungnya sendiri atas kesalahan yang dia sendiri tidak pernah lakukan. Maudy, meski berusaha menarik perhatian orang tuanya. Tidak ada yang bisa mengembalikan rasa sayang itu seperti dulu. Ketika dirinya berusia 20 tahun. Dia dipaksa untuk menikah dengan seseorang. Rasanya tidak adil ketika dia yang ingin fokus terhadap pendidikannya harus dipaksa menikah dengan pria bernama Leon. “Pernikahan ini hanya sementara, kita akan membuat perjanjian yang tidak akan merugikanmu saat kita bercerai nanti.”
ดูเพิ่มเติมMaudy berkunjung ke rumah neneknya. Dia memang membuat kesalahan tadi pagi dengan cara membuat emosinya Leon meledak. Seharusnya dia tidak membahas itu lebih dulu.Benar kata Leon, jangan pernah menyinggung soal perceraian kalau bukan Leon yang memulai.Padahal pria itu ingin memastikan kalau hidupnya Maudy baik-baik saja.Maudy duduk di taman sendirian sambil main ayunan yang sudah belasan tahun menjadi teman bermainnya.Neneknya juga ada di taman. Duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat dia sekarang ini.“Kamu ke sini pasti karena ada masalah.”“Nggak ada, nek. Aku cuman kangen.”“Karena sejak menikah. Kamu ke sini pasti sama suami kamu. Leon nggak penah izinkan kamu datang sendirian.”“Leon sibuk akhir-akhir ini, Nek.”Maudy berkata seperti ini dan tentu saja ada kebohongan. Leon tidak pernah sesibuk itu setiap kali dia ajak pulang
Wanita itu adalah Maudy? Erland tidak habis pikir tentang anaknya memperebutkan satu wanita. Sedangkan bisa dilihat dari raut wajah marahnya Leon. “Semua sudah aku lakukan untuk Papa. Aku harap Papa kali ini bantu aku. Cuman itu permintaanku.” “Itu urusanmu sama, Regan.” “Kalau sampai Regan tahu rencana ini. Berarti Papa yang bocorin.” Dia menatap dingin ke arah anak pertamanya. Memang dia sebenarnya sangat berharap sekali bisa akur dengan Leon seperti dia bisa akur dengan Regan. Anak pertamanya terlalu banyak rasa kecewa yang tidak bisa diobati oleh Erland sendiri. Erland mengulurkan tangannya untuk Leon. “Apa ini?” tanya Leon dengan bingung. “Papa janji tidak akan ikut campur sama urusan kamu dan juga Regan.” Leon membalas uluran tangannya. Erland tahu, semenjak Leon menikah. Sikap anaknya jauh lebih dewasa dibandingkan dulu. Leon seperti anak-anak ketika memberontak. Sekarang lebih bisa diajak bicara seperti ini. Dulu, jangankan untuk makan satu meja seperti ini. Berpapasa
“Kapan kita akan bercerai?” Leon mendapatkan pertanyaan itu dari istrinya dan seketika nafsu makannya langsung hilang. Dia melihat Maudy penuh dengan percaya diri melemparkan pertanyaan itu. Dia menghela napas dan kemudian menjawab. “Kalau kamu ingin pacaran sama pemilik kafe itu. Silakan lakukan saja, Maudy. Sekalipun kita punya perjanjian kalau kita nggak boleh masukin orang baru ke dalam hidup kita.” “Kamu juga punya wanita lain.” Leon ingin mengatakan kalau wanita yang dimaksud oleh Leon adalah Maudy sendiri. Namun selama ini respons yang diberikan oleh Maudy saja tidak menunjukkan ada ketertarikan pada dirinya. Kalau dia mengungkapkan perasaannya dan ditolak oleh Maudy. Itu akan berakhir fatal dan mereka berdua akan asing kembali seperti dulu. Leon tidak mau hubungannya menyedihkan seperti itu lagi dan akhirnya mereka berdua tidak saling sapa seperti dulu. Dia sudah berusaha untuk membangun rumah tangga yang sebaik-baiknya dan mempertahankan semuanya. “Maudy, bisakah kita be
Maudy baru selesai mandi karena dia akan olahraga pagi ini. Memungut pakaian yang berserakan di lantai. Pakaian yang dibuang oleh Leon kemarin. Saat dia sudah mengganti pakaian dan hendak keluar untuk lari pagi. Dia tidak perlu keluar ke mana-mana untuk berolahraga, dia hanya perlu keliling di halaman belakang rumahnya untuk sekadar lari. Dia duduk di tepi ranjang dan melihat suaminya masih terlelap. Semalam setelah percintaan panas mereka. Leon langsung tidur dan Maudy juga begitu. Setelah dia selesai berhubungan. Pasti kualitas tidurnya meningkat drastis. Leon bangun dan kemudian menggeliatkan tubuhnya. “Kamu mau ke mana?” “Aku mau lari pagi di belakang.” “Oh.” Maudy mencium suaminya dan pipinya diusap oleh suaminya. Bagaimana pun dia berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi suaminya. Leon akan tetap bereaksi sama seperti dulu. Tidak ada yang istimewa. Bahkan Maudy ingin sesekali dapat pujian atau sekadar dipanggil sayang oleh suaminya. Itu tidak dia dapatkan sampai s
“Kamu ngomong apa sama mama?” Maudy menyadari kalau sikap mertuanya sangat berubah dibandingkan dengan biasanya. Tidak pernah sekalipun wanita itu bersikap baik padanya. Tahu kalau pernikahan ini tidak pernah direstui oleh mamanya Leon. Leon sedang berbaring di atas ranjang sambil memainkan p
“Adikmu?” Titian bertanya dengan nada yang begitu terkejut saat mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya Leon. Memang benar semua itu adalah ulah adiknya yang berasal dari rahim wanita lain. Tidak salah kalau Leon menyebut bahwa wanita kedua papanya adalah gundik. Jika memang kelakuan
Leon menutup berkas dan menggelengkan kepalanya begitu mengingat ketika Maudy mengaku cemburu dengan kesibukan Leon. Padahal setiap hari Leon selalu sibuk dengan pekerjaannya. Semua tugasnya ditumpahkan pada dirinya sendiri. Memang wajar kalau perusahaan jatuh ke tangan Leon dan bukan jatuh ke tan
Ceklek Maudy menoleh ketika melihat suaminya masuk ke kamar. Dia melihat ada luka yang ada di dekat bibirnya Leon. Segera dia melangkah menghampiri suaminya dan menyentuh pipi suaminya. “Kamu kenapa?” “Ribut sedikit sama adikku.” “Tapi kamu sampai luka begini.” Leon menurunkan tangannya Maudy.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น