Tenggelam: Ketulusan Istri Pelaut
Kutatap mata Bik Sum untuk mengetahui kejujuran wanita itu.
“Tidak ada, Pak.”
Aku manggut-manggut. “Buket mawar pink apa sudah dibuang sama Ibuk, Bik?”
“Iya, Pak. Tapi saya ambil lagi karena masih bagus. Sayang.”
“Kalo buket mawar merah ini dari siapa?” tanyaku sambil mengarahkan buket yang kupegang.
“Itu kurir yang anter, Pak.”
“Oh, kurir,” lirihku, “ya sudah, makasih Bik. Saya pamit dulu.”