Pelayan Ibu Tiri dan Dua Putri Cantiknya
"Alhamdulillah melonjak tinggi sekali, Tuan Aris! Banyak pesanan dekorasi pernikahan dari rekanan Ibu Mala yang masuk hari ini. Oh ya, proyek pembangunan kebun bunga mawar putih pesanan Tuan di halaman paling belakang juga progresnya sudah hampir rampung sempurna, tinggal menyisakan sedikit penataan batu setapak saja hari ini."
Mendengar laporan itu, aku melangkah berjalan perlahan menuju ke arah halaman paling belakang toko bunga. Di sana, sepasang mataku tertegun menatap hamparan ratusan pohon bunga mawar putih yang mulai tumbuh rimbun dan subur, memancarkan aroma wangi murni yang seketika mengingatkan ku pada kehangatan sosok almarhumah Ibu dulu.