Menjual Warisan Demi Harga Diri
Kata-kata dari Bibi Alya terus terngiang, menjadi motivasi terbesarnya.
"Kata Dokter Alisa, kecantikan bisa dibangun semakin sempurna jika memiliki kepercayaan diri penuh, dan juga rasa bahagia yang ada di hati. Merias diri harus menjadi bagian yang membahagiakan," lirih Asih, mencoba mencerna nasihat itu. Sebuah senyum getir terukir di bibirnya. "Sayangnya... kebahagiaan itu telah direnggut oleh lelaki yang berstatus suamiku sendiri. Bagaimana aku bisa merasa bahagia untuk merias wajahku?" Tak terasa, air mata berlinang membasahi pipi. Rasa sakit dan dendam yang selama ini ia pendam akhirnya menemukan jalannya melalui air mata.
Asih sadar, meskipun menjadi cantik, ia tak akan sudi bertahan
Bab Populer