Pernikahan Penuh Luka
bisikku lirih, tetapi penuh tekad.
Ponsel kembali kuraih. Aku membuka galeri foto dan menelusuri satu per satu gambar. Foto Bara. Foto kebersamaan kami. Lalu foto-foto Aisyah yang kusimpan diam-diam. Tatapanku mengeras saat melihat wajahnya yang sederhana, tanpa riasan, tanpa kemewahan.
“Perempuan seperti kamu tidak pantas,” ucapku dingin.