Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear Joy

Dear Joy

Memangnya apa yang perlu ditakutkan tentang itu? “Aku sedang membaca sebuah buku yang dititipkan Joy. Isinya itu—” “Buku harian yang kamu bilang waktu itu? Mana, mana? Aku juga mau membacanya!” seru Muti. Tampak sekali dari wajahnya ia ingin sekali membacanya. Ini jelas tidak bisa aku lakukan. “Tidak boleh!” “Eh?” “Pokoknya tidak boleh! Joy mempercayakan buku itu padaku.”
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Om Tajir Milik Si Kutu Buku

Om Tajir Milik Si Kutu Buku

Ia masih tidak percaya bahwa gadis kutu buku yang selalu ada di kamar dan berkutat dengan dunia cyber, bisa menjalin hubungan romantis dengan publik figur seperti Lexton Tan. “Tenang, Jack. Aku aman di sini.” “Okelah, kalau kau bilang begitu.” Jack cukup lega. Kalau Ivy berada di bawah perlindungan keluarga Tan, ia tidak perlu khawatir. Sebelum menyudahi pembicaraan mereka, Jack berpesan, “Segera kontak kami kalau kau kesulitan, Iv!” “Oke! Thanks, Old man!” Sambungan telepon terputus. Dan Ivy terkejut melihat banyak pesan masuk di ponselnya.
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Mas Ganteng

Mas Ganteng

“Cobalah buat keluar, Gerta. Pelan-pelan … sedikit demi sedikit. Jangan takut.” Samar-samar suara Ira terdengar di sela-sela mimpi Gerta. “Cobalah buat melawan rasa takut itu pelan-pelan. Kamu bisa … kamu pasti bisa. Dunia luar itu nggak semenakutkan itu.” Sesaat Gerta ingat, jika suara itu adalah percakapannya dengan Ira beberapa hari yang lalu.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ia memikirkan tatapan Rayden, kata-kata Amara, senyum Mikael, bahkan bayangan dirinya sendiri di depan ruangan penuh investor. Akhirnya, ia bangun dan mengambil buku catatan cokelat yang Mikael berikan. Ia menulis pelan: Aku takut. Tapi aku juga tahu, kalau aku terus bersembunyi, aku akan kehilangan diriku sendiri. Jadi besok, aku akan berdiri. Entah aku sempurna atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting aku berani. Ia menutup buku itu, menarik selimut, dan memejamkan mata dengan napas panjang.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

Satu Malam, Dua Rahasia: Lelaki Dingin Itu Ayah Anakku

"Dan kalau kamu tidak keberatan, aku ingin sekali melihatnya." Iris sadar, ia tidak bisa lagi mengelak. Dengan jantung berdebar ia mengambil buku sketsa miliknya dari dalam tas. Namun karena kegugupannya, ia justru menjatuhkan buku sketsa miliknya itu ke lantai. "Maaf..." Iris segera berjongkok untuk mengambil buku itu—serta beberapa lembar kertas yang ikut berserakan di lantai.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 376 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
CEO Brondong itu Kekasihku

CEO Brondong itu Kekasihku

“Eh, Pak Wira. I-iya, Pak. Ada apa?” Buru-buru aku memasukkan yang aku baca ke kantong baju. Untung otakku masih berjalan. Kalau tidak, bisa saja aku menyelipkan di dalam buku tebal ini. Wah, bisa gawat karena bisa jadi diketemukan oleh pembaca setelahku. “Oh, saya mau memberi daftar stok yang sudah selesai.”
1043.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU 9 "Mau kemana, Nduk?" Tanya ibu khawatir. Aku mengusap air mata dengan punggung tangan. "Dinara mau ngekost, Bu. Bukan karena Dinara mau ngelawan sama Ibu, atau karena ngiri Ibu lebih sayang sama cucu dan menantu Ibu. Bukan! Tapi, Nara rasa, Nara butuh tempat untuk menyendiri. Nara ... Nara tak tega melihat Ibu kecapekan. Melihat ibu repot dengan pekerjaan yang tak ada habisnya. Tapi, Nara tak berdaya. Nara tak seperti mbak Ulya yang punya uang banyak untuk membayar jasa orang lain. Atau memberi upah pada mertuanya sendiri. Maafkan Nara, Bu. Kalau ibu menerima upah untuk membayar uang kuliah Nara, Nara tak bisa terima," sakit sekali dada ini saat berkata seperti itu.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 783 kali sebagai buku ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status