Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Forever Hours

Forever Hours

"Enggak, deh. Takut cuma teronggok aja." Randi bergumam agak panjang diikuti dengan anggukan beberapa kali. Ia melangkah beberapa ke belakang dan mengambil sebuah buku berwarna putih dengan font besar dan tiga wanita bergaya bak model Victoria Secret dari rak di sebelah kirinya. Lelaki itu mengangsurkannya pada Fira. "Buku ini aja gimana? Pasti nggak bakal nganggur di sudut meja."
3.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 71 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
Tidak Ada Suami yang Sempurna

Tidak Ada Suami yang Sempurna

katanya dengan buru-buru. Theo dengan cepat melepaskan tangannya saat Zahra meluruskan dirinya. Dia mengambil buku yang Zahra jatuhkan dan memandangi sampulnya. “Apakah kamu akan mengundurkan diri?” Seberapa besar kemungkinan dia ketahuan oleh atasannya saat membeli buku berjudul [Belajar Dasar-Dasar Saham Sebelum Mengundurkan Diri]? Zahra merebut buku itu dan memegangnya erat-erat, merasa malu.
108.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 307 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
GARIS PATAH LOGIKA

GARIS PATAH LOGIKA

Ia membuka salah satu kantong depan, dan dari dalamnya, ia mengeluarkan sebuah buku sketsa baru yang masih terbungkus plastik, berukuran A5, dengan kertas cat air berkualitas tinggi. ​Ia menyerahkannya pada Anya. ​Anya menatap buku itu, lalu menatap Ezra, mulutnya sedikit terbuka. "Bagaimana...?" ​"Rencana Mitigasi Risiko 7.B," kata Ezra datar, sambil kembali melajukan mobil. "Sub-seksi: 'Potensi Kelalaian Personel Terkait Perlengkapan Krusial.' Aku sudah membelinya dua hari yang lalu. Bersama dengan satu set pensil arang dan penghapus."
730 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
Dosen Ngebet Nikah

Dosen Ngebet Nikah

Tidak perlu berpikir aneh. "Takut bukunya ketabrak kepala saya, ya, Pak?" tanya Raina menetralisir detak jantungnya. Dia mengembangkan senyum kecil. "Bodoh!" Buku jari tangan kiri Irham mengetuk dahi Raina pelan. "Buku-buku ini tidak lebih berharga dari kepala yang isinya pikiran buruk!" Wajah Irham terlihat serius saat mengatakannya.
9.169.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Ipakita ang mga Review (122)
Read
+Library
Nano
Akhirnya punya kesempatan untuk memberi review di novel terkeceh sejagat raya ini 😂 Sori lebay, soalnya yg nulis juga agak² gimanaaa gitu. Ntar aku edit reviewnya kalau udah tamat. Gak suka baca yang on going soalnya. Suka di-PHP. Dan gak suka gratisan aku mah 😂😂😂
Ulfah N
And the last akhirnya happy ending juga... sorry ya aku tim happy ending. maaf banget readers semua Ini baru banget bangkit dari keterpurukan. makasih yaaa yang udah nemenin aku hampir dua tahun buat nyelesaiin ini semua. Makasih yang datang dan pergi. Tanpa readers apalah arti aku. :-* Love you All
Basahin ang Lahat ng Review
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia tahu ini bukan sekadar cerita. Ini tanda bahwa hati Rafa tidak lagi sibuk berjaga. Dito juga berubah dengan caranya sendiri. Suatu hari ia datang membawa buku tulis. “Aku bikin sesuatu,” katanya pelan. Di halaman pertama ada judul besar: “Buku Jembatan.” “Apa ini?” tanya Rafa penasaran. “Setiap kali aku merasa takut atau bingung, aku tulis di sini. Terus di halaman sebelahnya aku tulis siapa yang bisa bantu.”
1.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 67 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

GATAKA : Kesengsaraan Berujung Kematian

Dia ingin sekali meminta Kiran pergi, tapi kata-kata itu seakan terjebak di tenggorokannya. Kiran membaca judul buku yang dibaca Raka dalam hati. “Playin to Win: How Strategy Really Works” oleh A.G. Lafley dan Roger L. Martin.” Ia tersenyum tipis. “Buku yang kamu baca gak jauh dari dunia perbisnisan. Kemarin kamu membaca buku prinsip kepemimpinan. Hari ini belajar menjadi CEO yang baik. Apa ada alasan khusus?”
101.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 62 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
Penghangat Ranjang Tuan CEO

Penghangat Ranjang Tuan CEO

“Tatiana … “ gumam Mahesa pelan. Mahesa terkejut saat Kiran merebut buku itu dari tangannya, kemudian meletakkannya kembali ke dalam rak. “Kiran, Apa yang kau lakukan?” tanya Mahesa, merasa tak suka dengan sikap Kiran. “Kau tidak pernah suka membaca jenis buku seperti itu. Kau biasanya hanya suka membaca buku-buku bisnis, aku tahu. Lagipula buku semacam itu tidak akan memberikan manfaat apa-apa setelah membacanya. Yang ada, kau hanya akan mendapat penyesalan karena telah membuang banyak waktu untuk membacanya.” Kiran memberitahu dengan suara yang tegas dan berani.
7.836.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
Rumah Angker Warisan Bapak

Rumah Angker Warisan Bapak

Ira menambahkan, dengan suara lirih, “Dan jujur, Yu, aku takut sama Dyah. Aku takut, dia jadi mengincar Rita, setelah kita pergi." Ucapan Ira membuat suasana semakin tegang. Ayu menelan ludah, sementara Pak Iman mengalihkan pandangan ke arah rumah kontrakan yang suram. “Kalau begitu,” kata Pak Iman pelan, “kalian harus cepat ambil keputusan. Jangan sampai mbak Rita menjadi korban."
102.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 105 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

SENTUHAN PANAS PERTAMA TUAN DANTE

Ternyata dia keluar lagi sambil membawa sebuah buku. "Ini adalah penjelasan lengkap tentang serangan panik. Kau akan lebih mengerti bila membacanya daripada kujelaskan," ucap Dante sambil memberikan sebuah buku tipis kepadaku. "Apakah itu sama dengan ketakutan? Karena semalam kau tampak sangat ketakutan seperti melihat hantu." "Kurang lebih begitu. Nanti baca saja bukunya agar kau mengerti," jawab Dante tampak enggan menjelaskan serangan yang dia alami.
104.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 93 Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

ISTRI PENGGANTI TUAN PENGUASA

"Percaya? Aku akan mempercayaimu, sekarang bagaimana kamu akan menghadapi semua setelah kamu mendapat kepercayaanku?" Zio menyentuh sebuah buku berwarna biru dengan ornamen capung timbul pada sampulnya, buku harian Nika. "Aku terlalu takut untuk membacanya. Takut jika selama ini yang kutemui tidak seperti kenyataannya. Aku takut buku ini membuka fakta yang menyakitkan untukku. Melukaiku lebih dari hari itu." ***
1057.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.3K Beses bilang buku ira tidak takut pdf
Read
+Library
PREV
1
...
345678
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status