Luka Cinta Aluna
Sambil tangan mengusap wajah Zolan, Aluna berkata lirih,“Aku itu sangat sayang kamu, Zolan! Sangat salah, jika kamu berpikir perasaan ini sudah berubah. Bagaimana bisa berubah, kamu itu cinta pertamaku, dan aku janji kamu juga yang akan menjadi cinta terakhirku.”
Nampak terbentuk raut wajah sedih. “Kasian sekali kamu, Aluna! Hanya bisa mengungkapkan perasaan di saat Zolan tidur!” batin Aluna. tangan memgusap rambut Zolan. “Tidak apa-apa, aku mengerti! Mungkin saja besar cinta kamu ke Sindy sama seperti perasaan aku ke kamu, atau mungkin lebih. Tetapi aku tidak salah ‘kan, karena lelaki yang aku cintai ini adalah orang yang halal buatku. Bukan kekasih atau suami orang,” Aluna lanjut berucap l
Bab Populer