Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
BERUANG GUNUNG ALTAY

BERUANG GUNUNG ALTAY

Inara mengingatkan teman-temannya untuk tidak berbuat macam-macam lagi. "Jangan main ikuti saja, perintahnya apa dulu," protes Kirei. "Kalau Raka nyuruh buka baju, kamu bersedia?" "Tergantung tempat," sahut Inara acuh tak acuh. Raka tidak mungkin mengeluarkan perintah yang tidak senonoh. Temannya yang satu ini keras kepala. Dia berani menempuh risiko apapun untuk pria yang dikejarnya, padahal risiko itu bisa membuatnya hilang kesempatan. "Kalau tempatnya sesuai dengan keinginanku, mengapa tidak?"
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
GAIRAH ISTRI LIAR

GAIRAH ISTRI LIAR

"Im sorry, Satya. Aku rasa kau salah paham. Sebenarnya aku...." "Let's watch a movie, Key!" Dia menunjukkan dua lembar kertas yang kini berada di tangannya. Apa itu? Tiket film? Its crazy. Mataku membesar melihat sikapnya. "Satya?" "Apa ini terlalu cepat? Kau tak suka pria agresif sepertiku, ya? Maaf, aku kurang pandai mendekati seorang gadis." Dia tersenyum kaku melihat sikapku.
9.7346.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai ira tidak takut pdf
Tampilkan Ulasan (32)
Baca
+Pustaka
Arewal Nakal
not bad,i like ladies naughty but still care n safe.use her love n body for guys she's love n care not too all boys or men,that's type of ladies is rare n limited,the type crazy or naughty but still protect n cover her body for sex,juz for the one n only boy her love n care about.nice story.good job
Manda Azzahra
Terima kasih ya buat yang udah mau baca kisah Key dan Kahfi. Jangan lupa mampir keceritaku yang baru ya. Gak kalah bikin baper dan senyum2 sendiri. JERAT CINTA SANG RENTENIR dan JODOH HASIL RAMPASAN. Selamat membaca dan jatuh cinta ......
Baca Semua Ulasan
Malam Pertama Sang Istri Kontrak

Malam Pertama Sang Istri Kontrak

“Aisyah, dengar aku. Mereka ingin kau takut, mereka ingin kita goyah. Tapi kita tidak boleh beri mereka kemenangan itu. Selama aku hidup, tidak ada yang bisa menyakitimu.” Di tempat lain, Rania duduk di ruang gelapnya, memandangi layar yang menampilkan foto yang sama. Bibirnya menyungging senyum dingin. “Arga, sekarang kau tahu rasanya ketika sesuatu yang paling berharga diancam. Kau bisa melawan dengan data, dengan dokumen, tapi bisakah kau melawan rasa takut yang menempel di jiwa wanita itu?” Ia meneguk segelas wine, matanya berkilat penuh ambisi, “Ini baru permulaan.”
101.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Istri Rahasia Sang Penguasa

Istri Rahasia Sang Penguasa

Kedua tangan kekar Aryana mencengkeram erat pundak Villeta, mengguncangnya kasar. “Di mana kamu menyimpan salinannya sialan?! Di mana kamu mengunggahnya?!” ancam pria itu, suaranya naik satu oktav menyerupai geraman binatang jalang. Villeta hanya menatapnya kosong, tanpa ada ketakutan sedikit pun di matanya. Rasa kecewa telah membunuh insting takutnya.
687 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin itu Ayah Anakku

Dosen Dingin itu Ayah Anakku

"Gue takut, Cit. Ini kayak bom waktu. Ntar kalo tiba-tiba Mbak Vira dapet video ini bagaimana?" "Ya lo tinggal jelasin lah? 'Kan lo emang nggak ada apa-apa sama Bang Iwas? Kalo lo nggak salah, ngapain lo takut? Kecuali lo emang punya niat nikung si Vira." Citra memberi nasehat sesuai dengan kondisinya. "Tapi--"
1051.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Luka Yang Tak Pernah Selesai

Luka Yang Tak Pernah Selesai

Suaranya berat, hampir bergetar. “Tolong jangan langsung percaya isi laporan itu.” Nira melipat tangannya di dada, mencoba menahan gejolak dalam dirinya. “Kamu pikir aku nggak mau percaya? Aku mau, Raka. Tapi semua ini—” ia menunjuk layar komputer, “—nggak mungkin muncul tanpa alasan.”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Istriku Hanya di Atas Kertas

Istriku Hanya di Atas Kertas

Bab 8 – Bayangan dalam Cermin Aurora duduk di tepi ranjang dengan ponsel di tangannya. Pesan singkat yang ia terima semalam masih terpampang di layar: “Aku berada lebih dekat darimu daripada yang kau kira. Jangan percaya siapa pun. Bahkan dia.” Ia membaca kalimat itu berulang kali, seolah setiap huruf membakar retina matanya, meninggalkan jejak panas di pikirannya. Siapa orang ini? Bagaimana dia bisa begitu yakin dengan hidupnya? Dan yang paling menakutkan—apakah benar Rayden termasuk orang yang tidak bisa dipercaya?
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Pernikahan kontrak : Antara Cinta dan Dendam

Pernikahan kontrak : Antara Cinta dan Dendam

“Justru karena itu, kamu bisa mengakses hal-hal yang sebelumnya tertutup. Tapi kamu harus hati-hati. Banyak kepentingan di sana.” Raline menelan ludah. “Aku nggak tahu harus senang atau takut.” “Ambil ini.” Arif menyerahkan salinan beberapa dokumen. “Ini awalnya.” Raline menyelipkannya ke dalam tas. “Makasih, Mas. Aku akan pikirkan cara terbaik.”
817 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Istriku, Aku Benar-Benar Menyesal

Istriku, Aku Benar-Benar Menyesal

Prasetyo, Rendra, dan Dira duduk di dalam ruangan sempit dengan dinding bata yang mulai lapuk. Lampu redup dari ponsel mereka menjadi satu-satunya penerangan. Napas mereka masih tersengal setelah pelarian tadi. "Apa yang kita dapatkan?" tanya Prasetyo, mencoba menenangkan diri. Dira menatap layar ponselnya dengan saksama. "File ini... sepertinya bukan hanya dokumen biasa. Ada video dan beberapa catatan transaksi mencurigakan. Ini bukan hanya tentang kita. Ini lebih besar dari yang kita kira."
8.734.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

TA'ARUF YANG DI TAKUTKAN

tanya Hana, menyadari wajah Hilya yang terlihat murung. Hilya tersenyum paksa, meletakkan buku itu di meja. “Iya, cuma lagi baca-baca. Gak ada yang penting kok.” Anisa melirik buku yang masih terbuka. “Ta’aruf, ya? Lo baca buku ini? Kayaknya banyak yang negatif, deh. Lo gak takut baca gituan?” Hilya mengangguk pelan, meski hatinya bertambah kacau. “Iya... jadi makin mikir. Mungkin... mungkin gue gak siap, ya?”
10897 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai ira tidak takut pdf
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status