Malam Pertama Sang Istri Kontrak
“Aisyah, dengar aku. Mereka ingin kau takut, mereka ingin kita goyah. Tapi kita tidak boleh beri mereka kemenangan itu. Selama aku hidup, tidak ada yang bisa menyakitimu.”
Di tempat lain, Rania duduk di ruang gelapnya, memandangi layar yang menampilkan foto yang sama. Bibirnya menyungging senyum dingin. “Arga, sekarang kau tahu rasanya ketika sesuatu yang paling berharga diancam. Kau bisa melawan dengan data, dengan dokumen, tapi bisakah kau melawan rasa takut yang menempel di jiwa wanita itu?” Ia meneguk segelas wine, matanya berkilat penuh ambisi, “Ini baru permulaan.”
Hot Chapters