Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Aku tidak perlu merasa khawatir lagi. Hanya saja, mati di jalanan benar-benar sangat tidak bermartabat. Selain itu kondisi tubuhku juga terlihat sangat mengenaskan, lupakan saja. Sebentar lagi aku juga akan mati, apa bedanya tempat yang bersih dan kotor? Lagi pula tidak akan ada orang yang mengenaliku. Untung saja Andre tidak pernah melihatku dalam kondisi seperti ini. Saat malam tiba, tubuhku perlahan-lahan mendingin dan tertutup salju ....
5.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai buku kematian
Baca
+Pustaka
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Pecahan porselen berserakan di lantai. Aku menoleh melihat guci abu, tapi guci yang berisi abu kremasi Misya sudah tidak ada lagi. Pikiranku seketika kosong. Aku lupa cara bernapas, seolah setiap detak jantungku diremas dengan sangat keras. "Ah!" "Misya!" "Misya-ku sayang ...." "Marcel, Misya sudah mati mengenaskan, kenapa kamu tega melempar abunya? Apa kamu masih punya hati?!"
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai buku kematian
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

O membuka buku itu satu persatu. “Panduan Ritual Pemakaman,” O membaca judul sebuah buku dan membuka beberapa halamannya. Ia menemukan halaman yang menunjukkan perlengkapan kematian, termasuk jubah yang ia kenakan sekarang. “...” Ya, jubah yang ia kenakan sekarang adalah jubah yang dipakaikan untuk orang mati. “Ha! Aku memang sudah mati, bukan?”
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai buku kematian
Baca
+Pustaka
KUKU BU SAPTO

KUKU BU SAPTO

Menghampirin wanita tadi. "Duduklah sini, Mbak Raisa!" Raisa pun duduk di sebelah wanita itu. Lalu dia menyerahkan sebuah buku padanya. Sebuah buku agenda dengan sampul berwarna hijau. "Apa ini, Bu?" "Ini buku catatan milik Almarhum, Mbak." "Buku catatan?" Wanita itu mengangguk. "Untuk saya?" "I-iya. Dari sini setidaknya Mbak Raisa bisa mengerti penyebab kematian Bu Martyo."
1078.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai buku kematian
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Nannys0903
Mampir ke karyaku MALAM TANPA NODA Faisal tak menemukan bercak dara di atas ranjang apa benar istrinya sudah tak perawan. memilih menikahi wanita lain pilihan ibuanya tanpa mau menyentuh istri pertama. Mampukah Airi bertahan dalam rumah tangganya.
Hayisa Aaroon
Berbagai hal ganjil yang dialami pemandi jenazah setelah memandikan jenazah benar adanya, itu saya dengar langsung dari mereka. Banyak pelajaran hidup bisa ambil dari mereka yang sudah tidak hidup. Terimakasih Penulis untuk tema luar biasanya, mengingat kematian membuat hati kita, down to the earth.
Baca Semua Ulasan
Kesatria Tangan Peniru

Kesatria Tangan Peniru

Sang jenderal melangkah maju dan berkata dengan nada sinis. Setelah ragu-ragu sejenak, sebuah buku hitam yang memancarkan aura misterius muncul di tangan kiri Gabriel, dan kuas merah sepanjang satu kaki muncul di tangan kanannya. "Kamu memaksaku melakukan ini!" Gabriel berkata dengan nada sinis, lalu membuka buku hitam itu dan menulis kata "kematian" di atasnya. Melihat buku hitam dan kuas merah, Krisna tak dapat menahan gemetar di kedalaman ingatannya, dan berseru: "Kitab Malaikat Maut, Pena Maut!"
1019.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 668 kali sebagai buku kematian
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status