Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir
Apartemen sederhana itu tak menyimpan kemewahan apa pun, hanya perabotan bekas, rak kayu reyot, dan aroma teh hijau yang mengepul hangat dari cangkir keramik retak.
Sherly duduk bersila di atas lantai kayu, mengenakan sweater rajut longgar dan celana rumah yang tampak biasa saja. Rambutnya yang dulu selalu ditata sempurna kini diikat seadanya. Di hadapannya terbuka sebuah buku catatan usang, berisi tulisan kanji yang dicoret-coret tak rapi. Di sampingnya, sebuah novel Jepang terbuka separuh, seakan menjadi saksi dari kehidupan baru yang tengah ia ciptakan.