A Bracelet of Love
"Kudengar kau sendiri yang semalam melayani pendaftarannya?"
"Iya, benar. Aku melihatnya berjalan gontai di samping penginapan, lalu aku menghampirinya."
"Dia tampan, kan?" Meira berkata usil. Matanya menyiratkan kejahilan tingkat tinggi, dengan senyum yang semakin membuat ucapannya sulit untuk tak ditanggapi. Tapi, setelah sempat tersenyum, Sarah hanya mengatakan dengan tenang bahwa ketampanan dan kecantikan adahal pemandangan yang mudah didapatkan dewasa ini. Baik dari penduduk lokal, atau pun orang asing. Meira kembali tertawa jahil namun tak membantah, dan tepat saat dia merogoh saku jaket itu, dia memekik tajam, mendapati sebuah kotak perhiasan kecil berada di sana.
Hot Chapters