Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Makhluk Panggilan Terkuat

Makhluk Panggilan Terkuat

Dan, bayangan dirinya sendiri dibully oleh rekan-rekannya tiba-tiba terbayang. Rasa sakit yang dideritanya saat dibully sulit untuk dihilangkan. Kenan melihat bayangan samar dirinya saat dibully. Matanya melihat semua kenangan itu dan benar-benar muncul di depannya. Bug! Tendangan kaki tanpa pengantar, lurus mengenai perut Kenan dengan baju sekolah. Kenan terjerembab dan membentur dinding. ”Jangan berani melawan, jika aku suruh keluarkan uang kamu harus keluarkan uang sakumu!” teriak seorang pembully, Tomi.
9.23.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Pembalasan Termanis Sang Penguasa

Pembalasan Termanis Sang Penguasa

“Sesuatu terjadi di kampus? Apakah ada temanmu yang membullymu?” Svetlana sebenarnya merasa malu menjadi korban bully. Tapi dia tetap menganggukkan kepalanya. “Jadi mereka menyakitimu? Ya, Tuhan. Kenapa mereka begitu tega melakukannya padamu? Apakah aku boleh melihat perutmu, Lana? Aku ingin mengecek bagaimana lukamu.”
1027.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Patah

Patah

“Itu makanya kamu nggak pernah mau lihat mata aku?” “Ya.” “Aku nggak nyangka efek bully ke anak separah ini.” Nayara berkata sambil menggeleng dan mendesah lemah dan lelah. “Kenapa kamu ngelihat bayangan di cermin itu seperti meledek dan menghina? Karena kamu berpikir seperti itu. Kamu terbiasa direndahkan, lalu kamu merasa rendah. Itu yang kamu keluarkan, itu yang kamu lihat di cermin. Iya kan?”
1028.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
King of Night

King of Night

jawab Vlo dengan nada kesalnya. "Memangnya keributan apa yang mereka buat?" tanya Sekar. "Mereka udah keterlaluan ma,pa. Sejak pertama Vlo masuk ke sekolah itu, Vlo langsung ngelihat pembullyan pakai mata Vlo sendiri" jelas Vlo yang masih di dengarkan oleh Bramando dan Sekar. "Dan mama sama papa tau siapa yang mereka bully?" tanya Vlo. "Siapa?"
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Anathema: Back to the Past

Anathema: Back to the Past

sambung Sumelika. "Mereka siapa, Syah? Kok Sumelika kaya yang nggak suka sama mereka semua?" tanya Rindu. "Oh, mereka itu musuh bubuyutannya Sumelika, Rin. Dia suka ngebully Sumelika kadang karena iri atau pelampiasan doang." Jawab Aisyah kepada Rindu. "Bully? Ngibuli maksudnya?" Rindu tak paham dengan bully karena di zamannya masih belum ada kosakata bully dan bullying seperti zaman sekarang.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
HURT

HURT

Terkejut dengan apa yang dikatakan Sung Jae. “Kenapa malah terkejut? Memangnya aku tidak pantas ya disebut OPPA?” protes Sung Jae seraya menekankan kata ‘oppa’. Kedua pipinya menggembung. Persis seperti anak kecil yang sedang merajuk. “Bu-bukan begitu.” Ae Ri mengoyang-goyangkan kedua tangannya. Panik. “Lantas kenapa?” Sung Jae menyilangkan kedua tangannya di dada. Matanya menatap tajam pada Ae Ri. “Aku kan lebih tua dua tahun darimu. Jadi, pantas dipanggil ‘oppa’, kan?”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Oh My Brothers

Oh My Brothers

“Nona Arumi... Arumu… di bully oleh fans club C4!!!” "Hah?” Alena terkejut mendengar ucapan Sally tersebut. Ia tahu ini benar-benar keadaan gawat mengingat bagaimana bringasnya fans club C4 yang terdiri dari para wanita tidak waras itu dalam mem- bully seseorang. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah setengah-setengah dalam menindas seseorang. Alena tahu, klub itu hanya di isi oleh sekelompok orang-orang tidak waras yang menyebut diri mereka sebagai fangirl.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

XL, Kubalas Bullyanmu Saat Aku Langsing

Asem manis rasanya dicocol sama kecap, enak. Bertubuh bongsor sejak TK, banyak anak yang suka membully. Akan tetapi dia tidak menangis tapi lebih suka melawan karena ibunya dulu selalu berkata, " Tidak usah menangis, lawan orang yang menyakitimu!"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Gairah Terpendam Tuan Ahli Waris

Maklum, namanya juga masih dalam tahap pencarian jati diri yang sebenarnya, iya kan? “Membela teman yang dibully memang benar, tapi bukan berarti kamu harus melakukannya dengan cara kekerasan. Dan mengancam termasuk salah satu kekerasan verbal. Apa kamu pikir teman yang kamu bantu tidak akan takut sama kamu?” jelas Valerie menahan sabar. “Mana mungkin mereka takut sama aku? Kan aku yang belain mereka.”
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Hardik si tukang bully menarik kerah si korban. “Kan sudah kubilang, aku tidak punya uang! Tolong lepaskan aku.” Pinta si korban ketakutan. “Bacot!” Seru si tukang bully meninju kepala si korban sampai ia terjatuh. (terdengar jahat kah? Bagaimana kalau kuubah jadi “mengelus kepala si korban dengan kepalan tangannya yang sudah diberi gaya 100.000 joule sampai si korban jatuh dengan lembut dengan kepala yang sudah dibasahi cairan merah yang membasahi kepalanya?”)
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai bully
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status