Selubung Memori
“Tempat ini mirip ruangan ibumu. Dulu Balai Dewan seperti asrama. Bisa dibilang, dulu tempat itu asrama. Ibumu punya ruangan khusus yang isinya persis seperti ini. Penuh bunga, tanaman hias, dan segala yang berhubungan dengan hiasan. Ibumu jelas mencolok. Aku ingat dia suka kuning. Dia tidak pernah ada sehari tanpa warna kuning. Terkadang kaus, rok, topi, atau bahkan sepatu. Semua selalu kuning. Karena itu, bunga favoritnya bunga matahari.”
Aku ingat pernah melihat foto Profesor Merla bersama ibuku, dan di sana ada bunga matahari. Ibuku sepertinya punya ketertarikan khusus pada kuning.
“Berbeda dengan ayahmu,” lanjut Kara. “Ayahmu penggila garis depan. Dia selalu misi, begitu punya kesempata
Hot Chapters