Bayang Pedang Cahaya Bulan
Ada celah, ada retakan, ada jurang yang menunggu di bawah, yang kabutnya bergerak seperti napas makhluk purba yang sedang tidur.
Duan Wuya bosan. Hal itu terlihat, bukan dari ekspresi, sebab Duan Wuya tidak memiliki ekspresi yang bisa dibaca, melainkan dari gerakan, dari ritme, dari cara pedang standar itu tiba-tiba terasa terlalu ringan, terlalu tidak bermakna, terlalu tidak layak untuk lawan yang sudah ditunggunya selama lima hari.
Ia mengeluarkan Pedang Neraka.