KUNTILANAK MERAH
Tapi sebelum api dinyalakan, terdengar suara dari balik pepohonan.
Tawa.
Tawa perempuan.
Merdu tapi menusuk.
Tawa yang naik perlahan... lalu membuncah dalam teriakan gila.
Dari balik kabut, kuntilanak merah muncul.
Ia terbang, rambutnya berkibar seperti api, dan matanya menatap langsung ke arah Raka.
“Aku sudah mendengar kalian tertawa... sekarang giliranku!”