Dalam beberapa novel romantis yang pernah kubaca, butterfly hug sering digambarkan sebagai gestur lembut di mana seseorang merangkul diri sendiri dengan menyilangkan tangan di dada, seperti sayap kupu-kupu. Ini bukan sekadar pelukan biasa—simbolismenya dalam! Aku ingat adegan di 'The Song of Achilles' saat Patroclus melakukan ini setelah kehilangan Achilles, seolah mencoba menangkap kehangatan yang tersisa. Gestur ini menyampaikan kerapuhan, kerinduan, dan upaya menghibur diri yang tragis.
Di 'Normal People', Sally Rooney menggunakan momen butterfly hug untuk menunjukkan isolasi karakter utama meski sedang bersama orang lain. Yang menarik, gerakan ini justru sering muncul di klimaks emosional ketika kata-kata tak cukup. Aku selalu terpana bagaimana penulis bisa mengubah gerakan sederhana menjadi mahakarya simbolis yang bikin pembaca merasakan getaran yang sama.