Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SEQUOIA

SEQUOIA

tanya Joi sembari menaruh jagung yang habis dilahapnya dan diganti yang baru. Sebelum Joi melahapnya, Baskara mengambil dan meniupinya. Setelah itu ia mengembalikan sembari membalas, "Gue temenan sama semuanya." Cewek itu mengangguk-angguk. "Cowok ganteng yang di bar itu siapa? Keliatan deket banget sama lo." "Lo gak tau Samuel, Joi?" tanya Baskara sedikit kaget. Terlebih saat mendapat respon gelengan dari Joi. Ternyata, masih ada spesies yang tidak tahu tentang si most wanted Saturnus, Samuel.
7.52.9K viewsOngoingAdded to Library 114 Times as campos
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as campos
Read
+Library
Sadena

Sadena

Seminggu telah berlalu. Seperti yang di rencanakan, hari ini kelas XII mengadakan camping tahunan sekolah yang bertempat di bumi perkemahan Ranca Upas, Bandung, Jawa Barat. Sebab itu pagi-pagi sekali, Selin sudah bangun untuk bersiap-siap. Mengemas barang apa saja yang diperlukan untuk kebutuhannya selama tiga hari di sana. Pakaian cewek itu terkemas rapi di dalam tas jinjing besar berwarna hitam putih.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as campos
Read
+Library
REUNI

REUNI

Aku nggak tahu mau mengobrol apa lagi, hanya ada desahan tarikan napas yang teratur. "Wina, apa nama kampung ibu kamu?" "Ciomas." "Sebelah mananya Gor Ananda?" Aku mengerjap takjub. Aku nggak nyangka dia tahu Gor Ananda. "Kok kamu bisa tau Gor Ananda." Tama terkekeh singkat lalu sedikit menjelaskan bagaimana dia bisa tahu soal gor tersebut. "Jadi, jika suatu saat nanti kebetulan aku ada di sana dan nggak tau arah, bagaimana caraku menemukan rumah ibumu?" tanya Tama mengajakku berandai.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as campos
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Alva

Alva

Seorang cowok tinggi berjaket, dengan tas yang di gendong sebelah kanan,melangkah tenang keluar kampus setelah barusan lompat pagar. OMG, itu Alva!! Naisa tau betul dari jaket hitam pekat yang dipakainya,dari rambutnya yang berantakan mirip sapu ijuk, dan dari gaya jalannya hampir mirip The Flash yang lagi mabuk. Keberuntungan ada di depan Naisa, dia tak henti mengucap syukur kepada Tuhan karena bertemu Alva saat lagi gabut-gabutnya gini.
9.82.2K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as campos
Read
+Library
KAU CAMPAKKAN DIRIKU

KAU CAMPAKKAN DIRIKU

"Gabbar,boleh ngomong sesuatu gak?" Gabbar, langsung mendekati Dania dengan penuh penasaran sekali. "Ngomong apa, Dania?". "Itu,ibu meminta bantuan kepada mu. Begini,ada acara camping di kampus besok pagi. Tapi, bolehkah kamu mengantarku ke kampus . Kamu ada mobil sendiri kan, enak bawa barang perlengkapan camping lainnya. Biasanya aku ke kampus menggunakan motor kan, susah bawa barang-barang lainnya." Kata Dania, mengulum senyumnya.
92.6K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as campos
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo yang sebenarnya tak perlu jawaban. “Ini, Umma yang tanam pepohonan, yang buat taman kecil dan kolam ikan, Abah.” Meera tersenyum menatap Varo yang tak berkedip melihat sekeliling rumah Meera yang sangat rindang, meski dalam keadaan malam hari. “Ngedip, Var,” Meera terkekeh melihat tingkah atasannya yang kini sangat berbeda dengan saat di kantor. “Aku ... kagum aja,” ucap Varo lirih.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as campos
Read
+Library
SILARIANG

SILARIANG

Di sana juga ada dua kakak Tyo, Damar dan Wulan. Ketika Tyo hendak melamar Tenri hanya Damar saja yang bisa mewakili sebagai keluarga karena Wulan kakaknya yang tengah sedang hamil muda dan tidak bisa bepergian jauh. Namun, Tenri dan kedua kakak iparnya itu sudah saling mengenal dan keduanya bersikap baik dan ramah pada Tenri.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as campos
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status