Janda Cantik, Ibu Kosku
Tubuhnya gemetar hebat, dan bahuku perlahan basah kuyup oleh air matanya yang menetes deras tanpa henti.
"Mas... aku capek banget..." isaknya pelan, suaranya terdengar sangat rapuh, lemah, dan putus asa. "Kenapa sih orang-orang nggak bisa diam aja ngurusin hidup masing-masing? Kenapa mereka harus ngomongin, ngurusi, dan nyakitin hidup orang lain? Apa salahku kalau aku cuma mau mencintai dan dicintai kembali? Apa karena aku janda, aku nggak berhak bahagia? Apa karena aku janda, aku harus jadi sasaran hinaan dan caci maki sembarangan?"
Bab Populer