Imperfect Love
Ia hanya menunggu instruksi terlebih dahulu.
Ratna mengambil sebuah map transparan dari meja rekan kerja yang bersebelahan dengan Yasmen, kemudian meletakkannya di depan gadis itu. “Ini daftar lowongan yang dibuka minggu lalu, sama kualifikasi yang dibutuhkan. Jadi, tolong periksa satu per satu lamaran di dalam amplop, sama yang masuk di e-mail. Tolong dipisah sesuai dengan lamarannya dan ketik di excel. Kalau sudah, disave terus print dan kasih ke saya. Paham?”
Yasmen mengangguk pelan, meskipun masih dilanda kebingungan. “Nanti kalau nggak ngerti aku boleh tanya, kan, Bu?”