Cinta Terakhir
Namun, entah mengapa ia tak merasa Dewi wanita yang buruk, justru sebaliknya.
Mata Dewi memerah, mengenang kejadian pahit yang membuat hidupnya dibayang-bayangi rasa bersalah. “Tidak satu dua kali aku menolak, tetapi Mas Hendra tak menyerah. Hingga suatu hari, dia mengajakku ke pesta ulang tahun pernikahan koleganya. Aku tak mau ikut, tetapi katanya itu permintaan si kolega. Bodohnya aku yang percaya.” Tangan kurus itu mengusap air mata yang merembes. “Saat pesta berlangsung, Mas Hendra memberiku jus jeruk. Tak pernah kubayangkan jika dia memberi obat dalam minuman itu hingga membuat tubuhku terasa panas, tak terkontrol. Ya, kami melakukan sesuatu di luar batas.”
Entah sejak kapan air mata S
Chapitres populaires