Ifat
“Ada seseorang yang mengantar undangan ini ke rumah kita. Tapi karena kita sedang tidak ada, jadi dia titipkan pada Bang Idris. Bang Idris sendiri yang memberikan ke aku kemarin malam.”
Aku menunduk untuk memperhatikan kartu undangan di tanganku yang bentuk maupun tampilannya cukup unik dan mewah ini.
Cover bagian depannya seperti sebuah kitab sastra kuno, berwarna kekuningan dengan gambar background yang seakan usang dimakan usia. Ekslusif sekali.
Namun tidak terdapat gambar, foto, nama, atau keterangan alamat. Hanya ada beberapa bait puisi, tentang cinta, tentang hati.
Hot Chapters