TETANGGA BARU
Pandangannya pun masih pada layar ponsel.
"Oh, ya udah, gak papa. Nanti agak siangan, biar aku ke toko cabang. Tapi sebelum pergi, Mas biar kenalan dulu yuk sama tetangga baru kita," ajakku. Sambil meraih tangan suamiku ini dan menariknya agar keluar dari garasi.
"E … eh … nanti ajalah, Dek. Mas harus ke kantor kan. Lama kalo harus ke tetangga sebelah dulu," sahutnya seraya menahan tanganku.