Penebusan Dosa untuk Istri kontrakku
Ia memang mengagumi keindahan tubuh istrinya itu, tapi hal itu tidak untuk dipamerkan terutama pada bagian rambutnya.
“Kau lupa ucapanku?”
Langkah kaki Saras terhenti, saat pertanyaan Liam menyambutnya dengan sikap dinginnya.
“Apa?” jujur saja, Saras tidak mengerti.
“Rambut.”
Saras membelalakkan matanya, teringat akan sesuatu yang pernah Liam ucapkan. tidak ingin membuat Liam marah, Saras gegas mengambil ikat rambut yang biasa ia bawa di dalam tasnya dan langsung diikatkan pada rambutnya. wajah Liam bukannya terlihat senang, pria itu justru terlihat semakin marah. bukan karena cara mengikat rambut Saras yang tidak rapi, namun justru karena dengan mengikat rambut panjangnya itu, leher jenjang