Tangisku
Sampai pada akhirnya, dia menatapku dengan sebuah senyuman sambil berkata, “Distorsi. Hatiku yang kamu buat berirama. Seolah seseorang memetik senar-senar di dalam jiwaku dan itu adalah perasaan yang membuatku merasakan distorsi saat bersamamu.”
Kamu tahu? Itu adalah kata-kata terakhir yang dia ucapkan sambil mengulurkan tangannya ke arahku. Kupikir akulah yang tak punya harapan. Sebab, alam yang selalu tunduk padanya, semesta mencemburuinya, sehingga dia melompat dari atas tebing dan berakhir tragis. Dia tenggelam ke dalam lautan. Bersamaan dengan mengeringnya harapan di jiwaku, air laut menjadi merah. Dan ternyata, laut pun kalah oleh warna darahnya. Kini, aku merasakannya.
Bersamaan denga
Hot Chapters