Pelakor Itu Ternyata Bawahanku
"Dan bukan hanya itu, aku juga memiliki bukti kepemilikan saham di perusahaan ini. Semua ada di sini, tercatat rapi. Jadi, Hanum, siapa yang sedang memainkan permainan kotor di sini?"
Ruangan kembali senyap. Tidak ada suara, hanya napas tertahan dan tatapan terbelalak.
Hanum mundur selangkah, bibirnya gemetar. "Tapi ... tapi bagaimana mungkin ..."
Hanum terlihat shock dan tak percaya, namun bukti itu sepertinya cukup untuk membungkam mulut lemesnya. Untunglah waktu itu Paman Bamantara sudah menyiapkan semuanya. Beliau rupanya menyimpan kartu rekening rahasia atas namaku yang katanya atas perintah ayah waktu masih hidup. Sekedar untuk berjaga-jaga atau jika perusahaan mengalami masalah, sehin